346 Hektare Lahan Sawit di Bengkulu Telah Digubah Menjadi Sawah Baru

TrubusNews
Binsar Marulitua
12 April 2019   17:00 WIB

Komentar
346 Hektare Lahan Sawit di Bengkulu Telah Digubah Menjadi Sawah Baru

Lahan sawah di Kabupaten Muko-muko, Bengkulu. (Foto : Doc/ ANTARA)

Trubus.id -- Dinas Pertanian Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu menyebutkan, hingga kini seluas sekitar 346 hektare lahan perkebunan kelapa sawit dan rawa milik masyarakat setempat telah dicetak menjadi sawah. Akan tetapi, cakupan percetakan sawah melalui program cetak sawah baru tahun 2018 masih di bawah target yang ditentukan yakni seluas 400 hektare.

"Masih ada seluas 54 hektare lahan perkebunan kelapa sawit yang belum dicetak menjadi sawah. Pihak TNI sebagai pelaksana program cetak sawah saat ini mengerjakan cetak sawah di Kecamatan Air Manjuto," kata Kabid Prasarana dan Sarana Pertanian Dinas Pertanian Kabupaten Mukomuko, Ali Mukhibin dalam keterangannya di Mukomuko, Jumat (12/4).

Baca Lainnya : Distan Mukomuko Terpaksa Geser Lokasi Lahan Cetak Sawah Baru, Kenapa?

Seperti Dikutip Antara, Kabupaten Mukomuko tahun 2018 mendapatkan jatah program cetak sawah baru di lahan perkebunan kelapa sawit seluas 400 hektare milik petani di daerah ini dari pemerintah pusat.

Pengerjaan cetak sawah baru tidak selesai tepat waktu, sehingga pihak pelaksana kegiatan ini mendapatkan perpanjangan waktu dari pemerintah untuk menyelesaikan pekerjaan cetak sawah baru 90 hari ke depan atau hingga bulan Maret 2019. Namun, pengerjaan cetak sawah di daerah ini hingga bulan Maret 2019 belum selesai 100 persen.

Dinas Pertanian setempat saat ini sedang berkoordinasi dengan pemerintah provinsi dan pelaksana kegiatan cetak sawah terkait dengan penyelesaian pengerjaan cetak sawah baru.

Baca Lainnya : Wow, Peremajaan Sawit di Kabupaten Mukomuko Sudah Lampaui Target

"Kepala Dinas saat ini sedang di Bengkulu guna membahas soal program cetak sawah baru yang belum selesai dikerjakan tepat waktu pada akhir bulan Maret tahun ini," ujarnya pula.

Lahan yang sudah dicetak menjadi sawah baru yang telah ditanami padi, kata dia, baru sebagian kecil lahan atau sekitar 100 hektare, sedangkan sisanya belum ditanam padi.

Petani di sejumlah daerah ini yang mendapatkan program cetak sawah baru, sekarang ini tidak bisa menanam padi pada saat pengeringan air irigasi sayap kanan dan sayap kiri di daerah ini. [RN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: