Urban Farming, Solusi untuk Meningkatkan Kualitas Udara di Perkotaan

TrubusNews
Astri Sofyanti
11 April 2019   19:30 WIB

Komentar
Urban Farming, Solusi untuk Meningkatkan Kualitas Udara di Perkotaan

Herizal, Deputi Bidang Klimatologi BMKG. (Foto : Trubus.id/ Astri Sofyanti)

Trubus.id -- Urban farming atau pertanian perkotaan sudah menjadi salah satu tren gaya hidup hijau di kota-kota besar, tak terkecuali di Ibukota DKI Jakarta. Ketiadaan lahan yang luas untuk berkebun ternyata sekarang bukan lagi alasan kegiatan bertani tidak bisa dilakukan. Memanfaatkan lahan yang kecil di kota-kota besar, kegiatan pertanian dengan konsep urban farming mulai banyak dijalankan masyarakat sejak lima tahun terakhir.

Tak hanya mampu memenuhi kebutuhan, urban farming ternyata juga menjadi salah satu solusi meningkatkan kualitas udara bersih di kota-kota besar. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat, lebih dari 7 juta jiwa di hampir seluruh dunia meninggal akibat polusi udara. Kondisi ini terjadi karena tingkat kualitas udara di kota-kota besar semakin buruk.

Kualitas udara yang buruk juga juga berpengaruh terhadap perubahan iklim. Guna berupaya mencegah terjadinya perubahan iklim yang sudah di depan mata, urban farming ternyata cukup membantu meningkatkan udara bersih.

"Pemanfaatan urban farming membantu menyerap CO2. Tapi juga harus berkesinambungan, jangan hanya tanamannya yang diperbanyak tapi juga adanya pengurangan jumlah kendaraan yang menyumbang CO2 paling banyak," Kata Deputi Bidang Klimatologi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Herizal saat ditemui Trubus.id di Jakarta, Kamis (11/4).

Lebih lanjut dirinya menjelaskan bahwa memang belum ada penelitian yang menyebutkan bahwa pemanfaatan urban farmin berapa persen mampu meningkatkan kualitas udara di Jakarta. Namun upaya itu tetap harus didorong mulai dari sekarang. Tak hanya di pemukiman, di gedung-gedung bertingkat yang ada di perkotaan pun harys menerapkan hal demikian.

Kepala Pusat Standarisasi Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Noer Adi Wardojo menyampaikan, saat ini memang sudah banyak bangunan-bangunan yang sudah mengadopsi green building.

"Banyak bangunan yang juga menerapkan urban farning salah satunya fertical garden hingga rooft garden," ungkapnya. [RN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: