Komoditas Perunggasan dan Pakan Ternak dari Jawa Timur Rambah Timor Leste

TrubusNews
Syahroni
09 April 2019   21:30 WIB

Komentar
Komoditas Perunggasan dan Pakan Ternak dari Jawa Timur Rambah Timor Leste

Dirjen PKH Kementan, I Ketut Diarmita bersama delegasi Republik Timor Leste dalam entry meeting IRA di Surabaya, Selasa (8/4). (Foto : Doc/ Kementan RI)

Trubus.id -- Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Republik Timor Leste (RTDL) bertemu dalam entry meeting Import Risk Analysis (IRA) yang digelar di Surabaya, Selasa (8/4). Pertemuan tersebut dihadiri oleh jajaran Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian dan juga Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur beserta jajaran Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur, Badan Karantina Pertanian, dan wakil managemen PT. Japfa Comfeed Indonesia Tbk. 

Sementara itu delegasi dari RDTL terdiri dari Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Mr Domingos Gusmao; Direktur Kesehatan Hewan Mrs Joanita Bendita da Costa, Direktur Karantina dan Biosekuriti Mr Venacio Oliviera dan Kepala Departemen Pakan Hijauan dan Nutrisi Hewan, Mr Mario J. Morais serta tiga orang pelaku usaha dari RDTL.

Dalam kesempatan tersebut, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur, Heru Tjahjono yang mewakili Gubernur Provinsi Jawa Timur menyambut baik pelaksanaan Import Risk Analysis oleh Delegasi RDTL pada unit usaha industri perunggasan di wilayahnya. Potensi komoditi perunggasan termasuk pakan ternak di Jawa Timur sangat besar. 

Baca Lainnya : Kementan Terus Dorong Ekspansi Pasar Ekspor Perunggasan ke Timor Leste

"Oleh karena itu, saya mengapresiasi Kementerian Pertanian dan stakeholder terkait yang turut berkontribusi terhadap rencana ekspor komoditi unggas dan pakan ternak dari unit usaha di Provinsi Jawa Timur ini,” tutur Heru. 

Republik Demokratik Timor Leste merupakan negara tetangga yang sangat dekat dengan Indonesia secara historis dan geografis. Perbatasan darat antara RDTL dan Indonesia, menjadi salah satu faktor yang memperlancar terjadinya hubungan perdagangan antara kedua negara. 

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa nilai ekspor Indonesia untuk produk peternakan ke Timor Leste mencapai USD 9,5 juta pada tahun 2018. Nilai ekspor tersebut masih dapat berkembang dengan diversifikasi produk yang diekspor dan meningkatnya minat serta kepercayaan RDTL terhadap produk Indonesia. 

Sementara itu, pelaksanaan IRA oleh Delegasi RDTL terhadap unit usaha PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk, diakui Domingos sebagai salah satu hasil tindak lanjut dari kerjasama Government to Government antara Republik Indonesia dan RDTL. Demikian juga untuk keberhasilan Indonesia melaksanakan kompartemen bebas AI sehingga memenuhi persyaratan perdagangan internasional. 

Baca Lainnya : Strategi Jitu Kementan Mendorong Ekspor Peternakan Direspon Positif Timor Leste

"Kerjasama bidang pembangunan pertanian termasuk peternakan antara kedua negara telah dimulai dengan penandatanganan MoU antara Menteri Pertanian Indonesia dengan Menteri Pertanian dan Perikanan RDTL pada 26 Agustus 2015, selanjutnya ditindaklanjuti dengan Technical Agreement yang ditandatangani oleh Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan antara kedua negara pada 19 April 2018”, jelas Domingos. 

Direktur Animal Health & Laboratory Services PT. Japfa Comfeed Indonesia Tbk, Teguh Y. Prayitno menambahkan jika proses IRA berjalan lancar dengan dibukanya pasar ekspor bagi produk PT. Japfa Comfeed Indonesia Tbk, maka DOC yang akan dikirimkan nantinya berasal dari unit breeding Parent Stock Grati I Pasuruan dan penetasan telur Baturiti Tabanan Bali. 

Sedangkan ekspor pakan akan berasal dari pabrik Sidoarjo dan karkas ayam berasal dari RPA Ciomas Krian, Sidoarjo. 

"Sejauh ini PT. Japfa Comfeed Indonesia Tbk sudah mengekspor 3.9 juta butir Hatching Egg Parent Stock Broiler ke Myanmar sejak tahun 2015. Rencana ekspor di tahun mendatang adalah ke Banglades berupa DOC, Brunei, Pakistan dan Vietnam berupa Hatching Egg," imbuh Teguh. [RN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: