Selundupkan Bayi Orangutan dan Satwa Langka, 3 WNI Ditangkap Polisi Malaysia

TrubusNews
Syahroni
08 April 2019   22:30 WIB

Komentar
Selundupkan Bayi Orangutan dan Satwa Langka, 3 WNI Ditangkap Polisi Malaysia

Bayi orangutan selundupan. (Foto : Rappler)

Trubus.id -- Satwa langka merupakan salah satu komoditas perdagangan ilegal yang cukup banyak diminati di pasar gelap. Buktinya, meski sudah sering kali terungkap, upaya penyelundupan satwa langka untuk dijual di pasar gelap masih saja terjadi.

Sebelumnya, pihak kepolisian Indonesia sendiri berhasil menggagalkan upaya penyelundupan komodo dan beberapa jenis satwa langka lain. Kini giliran Polisi Laut Malaysia yang mengungkap hal serupa.

Baca Lainnya : Perdagangan Satwa Ilegal, Ancaman Nyata Keberlangsungan Hidup Komodo

Dilansir dari The Star, Sabtu (6/4) lalu Polisi Laut Malaysia menggagalkan upaya penyelundupan orang utan dan 8 jenis hewan langka lain senilai Rp1 miliar di Dermaga Nelayan Parit Unas. Dalam pengungkapan itu, diamankan 2 ekor orangutan yang masih berusia sangat muda serta 6 ekor siamang dan seekor rubah albino. 

Tak hanya menyita satwa langka itu, petugas juga berhasil mengamankan 4 pelaku penyelundupan yang ternyata berasal dari Indonesia. 

Pengungkapan sendiri bermula ketika Polisi Laut, ACP Khiu dan jajarannya melakukan pengawasan di dermaga selama hampir satu jam. Kemudian sebuah mobil yang akan membawa hewan-hewan dilindungi datang ke dermaga.

Baca Lainnya : Penyelundupan Satwa Dilindungi Senilai Rp3 Miliar Tujuan Malaysia Digagalkan

Pelaku yang menyadari keberadaan anggota polisi, langsung melarikan diri. Beruntung polisi berhasil menangkap pelaku setelah melakukan pengejaran. Mobil mereka kemudian digeledah. Saat itulah ditemukan 4 box mencurigakan yang ternyata berisi hewan-hewan langka tersebut. 

Dalam pemeriksaan juga terungkap, hewan-hewan langka tersebut berasal dari Indonesia. Polisi juga menangkap 3 awak kapal asal Indonesia yang membawa hewan-hewan dilindungi tersebut.

Para pelaku mengaku, hewan-hewan langka itu rencananya akan dijual ke tempat sirkus atau koleksi pribadi orang-orang berada di Selangor, Malaysia. Karena ulahnya, para pelaku kemudian dijerat pasal berlapis sesuai hukum negara setempat. [RN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: