Perdagangan Satwa Ilegal, Ancaman Nyata Keberlangsungan Hidup Komodo

TrubusNews
Syahroni | Followers 2
08 April 2019   19:00

Komentar
Perdagangan Satwa Ilegal, Ancaman Nyata Keberlangsungan Hidup Komodo

Ilustrasi (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Pulau Komodo di Nusa Tenggara Timur, (NTT) merupakan salah satu pulau langka di dunia. Pasalnya, hanya di pulau inilah terdapat hewan melata yang namanya sama dengan nama pulau itu, komodo.

Seperti dilansir dari LiveScience, komodo dijuluki sebagai 'dinosaurus terakhir di muka bumi'. Keberadaannya baru dikenal luas pada tahun 1910. Kala itu pemerintah kolonial Belanda mendengar kisah rakyat mengenai 'buaya yang hidup di darat'.

Beberapa tahun kemudian, sebuah makalah ilmiah terbit, mengidentifikasikan komodo sebagai kadal monitor. Nama latin Veranus komodoensis pun disematkan padanya. Mulai tahun 1915, Pemerintah Hindia Belanda memutuskan untuk melindungi hewan langka itu. Pun mulai Indonesia berdiri, status hewan langka masih disematkan pada komodo.

Rata-rata komodo jantan berukuran 8 sampai 9 kaki dengan berat sekitar 100 kg. Betinanya bisa tumbuh sampai 6 kaki (1,8 m). Komodo memiliki berbagai warna, termasuk biru, oranye, hijau dan abu-abu. Kulit mereka kasar dan tahan lama, diperkuat dengan lempeng tulang yang disebut osteoderms. Mereka memiliki cakar yang panjang dan besar, serta ekor yang berotot.

Komodo sangat langka dan di alam liar ditemukan hanya di lima pulau, yaitu: Kepulauan Komodo, Rinca, Gili Montang dan Gili Dasami. Semua wilayah itu kini berada di dalam kawasan Taman Nasional Komodo dan Pulau Flores, di mana Komodo menjelajah dengan bebas.

Komodo Diburu dan Diperjualbelikan di Pasar Gelap

  1


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Cindy Tanaka 08 April 2019 - 22:05

Minimal Depo 20rb & WD 50rb cs online 1x24 jam WA : [+855]964630067

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: