Berkat Asuransi Pertanian, Petani di Karawang yang Gagal Panen Tidak Merugi

TrubusNews
Diah Fauziah
07 April 2019   18:00 WIB

Komentar
Berkat Asuransi Pertanian, Petani di Karawang yang Gagal Panen Tidak Merugi

Ilustrasi. (Foto : Dok. Humas Kementerian Pertanian)

Trubus.id -- Asuransi pertanian yang digagas Kementerian Pertanian (Kementan) berdampak positif bagi petani di Karawang, Jawa Barat. Meski gagal panen karena serangan hama organisme pengganggu tanaman, mereka tidak merugi karena diganti oleh klaim asuransi.

"Kelompok tani yang mendapatkan ganti rugi dari klaim yang diajukan, diharapkan bisa mempergunakan dengan semestinya. Petani bisa langsung menanam kembali," kata Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan, Sarwo Edhy, berdasarkan keterangan pers yang diterima Trubus.id, Minggu (7/4).

Baca Lainnya : Petani Minta Kementan, Tambah Target Program Asuransi Pertanian

Menurut Sarwo, para petani di Kabupaten Karawang sangat peduli terhadap asuransi pertanian. Pada tahun 2018, dari pagu Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) 29.000 hektare, yang terealisasi mencapai 24.007 hektare. Klaim yang diajukan seluas 385 hektare.

"Pemerintah memberi subsidi Rp144 ribu per hektare di mana petani hanya dibebani Rp36 ribu per hektare," tuturnya.

Kasubdit Pemberdayaan Permodalan dan Asuransi Pertanian, Waluyo, mengatakan jika Kementan telah menciptakan banyak program untuk memajukan petani, termasuk perlindungan tanaman yang dilandasi oleh UU No.19 tahun 2013.

Baca Lainnya : Petani di Sultra Tidak Sampai 10 Persen Ikut Asuransi Pertanian, Kenapa?

“Seperti perlindungan usaha tani melalui asuransi pertanian, bekerja sama dengan Jasindo,” papar Waluyo.

Hingga saat ini, program asuransi pertanian sudah berjalan di 27 provinsi di Indonesia. Pada tahun 2020, ditargetkan akan berjalan di 33 provinsi. [DF]

  1


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: