Pura Besakih Aman untuk Ibadah, Tapi Ingat Gunung Agung Bisa Erupsi Kapan Saja

TrubusNews
Astri Sofyanti
05 April 2019   12:30 WIB

Komentar
Pura Besakih Aman untuk Ibadah, Tapi Ingat Gunung Agung Bisa Erupsi Kapan Saja

Erupsi Gunung Agung. (Foto : Doc/ ANTARA)

Trubus.id -- Letusan Gunung Agung di Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem, Provinsi Bali, terjadi pada Kamis (4/4) pukul 01.31 WITA. Letusan tersebut mengakibatkan tinggi kolom abu vulkanik teramati mencampai 2.000 meter. Suara gemuruh akibat erupsi terdengar hingga ke pos pantau yang jaraknya 12 Kilometer dari puncak. Selain mengeluarkan abu vulkanik, letusan Gunung Agung turut melontarkan batu atau lava pijar ke segala penjuru dari kawah puncak.

Jumat, 5 April 2019, aktivitas di Pura Besakih yang hanya berjarak 6 sampai 7 kilometer dari puncak Gunung Agung masih berjalan normal. Namun Kepala pelaksana BPBD Bali, I Made Rentin mengungkapkan, meski pagi tadi warga kembali terpapar abu vulkanik tapi pihaknya menjelaskan intensitas abu vulkanik tipis. Pihaknya juga telah mengantisipasi hal tersebut dengan membagikan masker ke masyarakat.

Baca Lainnya : Erupsi Gunung Agung, Gemuruh dan Getarannya Terasa Hingga Radius 10 Km

Sementara itu, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) masih mempertahankan status Gunug Agung di level III (Siaga) dengan zona merah di radius empat kilometer.

“Pura Besakih jaraknya di luar zona merah, jadi sampai hari ini dipastikan masih aman untuk warga setempat beribadah,” kata Rentin di Bali kepada Kompas.com, Jumat (5/4).

Sebelumnya, Kepala Sub Bidang Mitigasi Pengamatan Gunung Api Wilayah Timur, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Devy Kamil Syahbana mengungkapkan erupsi Gunung Agung akibat adanya letusan strombolian yang terjadi karena tekanan gas magmatik di dalam Gunung Agung cukup besar. Meski begitu, Devy menjelaskan, letusan strombolian yang terjadi Kamis dini hari itu termasuk letusan eksplosif yang rendah.

Baca Lainnya : Gunung Agung Kembali Erupsi, Tinggi Kolom Abu Mencapai 2000 Meter 

“Tipikal erupsi strombolian yakni terdengar suara ledakan, gemuruh dan getaran,” tambah Devy.

Meski aktivitas di Pura Besakih masih berjalan normal, Devy tidak merekomendasikan warga ataupun wisatawan untuk mendaki Gunung Agung, mengingat kondisinya belum stabil.

“Erupsi kapan saja bisa kembali terjadi melihat jumlah kegempaan yang muncul. Terlebih sistem gunung sudah terbuka, jadi bisa kapan saja erupsi kembali,” pungkasnya. [RN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: