Indonesia Pertimbangkan Keluar dari Paris Agreement, Apa Alasannya? 

TrubusNews
Binsar Marulitua
05 April 2019   10:30 WIB

Komentar
Indonesia Pertimbangkan Keluar dari Paris Agreement, Apa Alasannya? 

Ilustrasi (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Pemerintah Indonesia akan berupaya maksimal untuk menghadapi rencana boikot Uni Eropa terhadap produk sawit Indonesia. Sejumlah opsi pun disiapkan, bahkan dengan konsekuensi seperti keluar dari komitmen Paris Agreement pun akan dilakukan jika menemui jalan buntu diplomasi. 

"Tentu kita akan melawan lewat pengadilan di Eropa dan World Trade Organization (WTO). Keluar dari Paris Agreement juga menjadi salah satu opsinya," jelas Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis (4/4). 

Baca Lainnya : Balas Diskriminasi Sawit, Pemerintah Pertimbangkan Boikot Produk Eropa

Menteri Luhut menjelaskan, alasan tersebut diutarakan lantaran sawit merupakan komoditas unggulan Indonesia. Meski layak diperjuangkan, Luhut menekankan pentingnya melakukan pengelolaan berkelanjutan.

"Bapak, ibu, jangan menanam sawit semua, harus ada 'enclave' (daerah kantong) untuk menjaga keseimbangan. Kita sudah melakukan hilirisasi industri sawit, lalu moratorium sudah dilakukan pada 14 juta hektare lahan, saat ini kita hanya melakukan 'replanting' (peremajaan) saja dengan bibit unggul," pungkas Luhut.

Baca Lainnya : Pengusaha Sawit Dukung Pemerintah Gugat Uni Eropa ke WTO

Menurut Menteri Luhut, Industri sawit perannya sangat signifikan dalam menurunkan angka kemiskinan, juga termasuk dalam penyerapan tenaga kerja. Ia juga menyampaikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) berpesan agar petani sawit diberikan perhatian khusus.

"Siapapun yang menghambat perkembangan industri sawit Indonesia akan kita lawan. Karena industri sawit ini perannya sangat signifikan dalam menurunkan angka kemiskinan, juga dalam penyerapan tenaga kerja," tuturnya kepada sekitar 2.000 petani sawit dalam acara Jambore Petani Sawit Nasional di Medan, Sumatera Utara. [RN]

 

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan: