Menkes Apresiasi Maluku Utara yang Berhasil Turunkan Angka Malaria

TrubusNews
Astri Sofyanti
04 April 2019   18:31 WIB

Komentar
Menkes Apresiasi Maluku Utara yang Berhasil Turunkan Angka Malaria

Ilustrasi (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Penyakit malaria masih menghantui di sejumlah daerah di Indonesia. Laporan adanya temuan kasus malaria masih banyak ditemukan di daerah kawasan Timur Indonesia (KTI) yang meliputi Papua, Papua Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Maluku dan Maluku Utara.

Bahkan Provinsi Papua Kabupaten Mimika menjadi satu dari lima daerah Kabupaten penyumbang kasus malaria terbanyak di Indonesia. Wilayah lain yang juga masih membutuhkan penanganan serius terkait penyakit malaria adalah Maluku Utara. Tahun 2013 lalu, Maluku Utara masuk ke dalam kategori zona merah malaria. Sehingga penanganan malaria di wilayah tersebut terus gencar dilakukan untuk mengeliminasi penyakit malaria.

Tapi berkat kegigihannya, Maluku Utara yang bekerja sama dengan Fasilitator Participatory Learning and Action (PLA) Malaria berhasil menurunkan angka kasus malaria di wilayah tersebut.

Baca Lainnya : Kabupaten Penajam Masuk Zona Merah Malaria, Penderita Tembus 1.198 Orang

Meski telah berhasil mengurangi angka kasus malaria, Asisten 2 Sekretaris Daerah Provinsi Maluku Utara, Anwar Husein mengatakan, upaya itu masih perlu ditingkatkan lagi. Sebab, angka tersebut masih jauh dari standar Sustainable Development Goals (SDGs) yang ditetapkan, yaitu mengendalikan malaria menjadi kurang dari 1/1000 penduduk. Namun, dengan gencarnya intervensi pemerintah yang melibatkan seluruh stakeholders termasuk masyarakat sebagai kader, angka malaria berhasil ditekan.

Lebih lanjut Anwar menyebutkan bahwa pada tahun 2014-2019, kasus malaria turun secara signifikan, dari 4.451 kasus menjadi 557 kasus. 

“Ini merupakan salah satu kebanggaan dan apresiasi untuk semua yang terlibat dalam percepatan penurunan malaria,” ujar Anwar dalam siaran persnya, Kamis 4/4).

Diakuinya, dari 10 kabupaten/kota, sudah delapan kabupaten/kota dengan angka kasus malaria sudah di bawah 1/1000 penduduk. Saat ini, tersisa dua kabupaten lagi yang masih di atas 1/1000 penduduk, yaitu Halmahera Timur dan Kabupaten Taliabo.

Menanggapi hal tersebut, Menkes Nila Moeloek menyampaikan apresiasi kepada pemerintah Provinsi Maluku Utara (Malut) karena telah berhasil menurunkan angka malaria.

Baca Lainnya : Sukses Turunkan API, Kabupaten Biak Kini Kejar Target 2019 Bebas Malaria

Menkes Nila menilai bahwa hal ini tidaklah mudah, karena pemerintah tidak bisa bekerja sendiri, perlu adanya dukungan dari banyak pihak khususnya masyarakat sebagai kader.

“Jika Malut bisa mengeliminasi malaria, seharusnya dapat memacu daerah lain dan saya rasa ini layak untuk diberikan apresiasi dunia,” kata Nila Moeloek di Jakarta, Kamis (4/4), mengutip Timesindonesia.

Diakui Nila, inovasi yang dilakukan oleh masyarakat dengan menanam tanaman anti nyamuk menurutnya bisa mengurangi ancaman penyakit mematikan ini.

“Jadi untuk mengurangi ancaman malaria cukup mudah dan sederhana, dengan menanam sebanyak-banyaknya tanaman anti nyamuk. Karena sebenarnya nyamuk itu tidak suka bunga,” tambah Nila. [RN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          

Waspada, Penggunaan Hand Sanitizer Jangan Berlebihan

Peristiwa   30 Mar 2020 - 13:05 WIB
Bagikan:          
Bagikan: