Ternyata, Hujan Es di Indonesia Itu Fenomena Cuaca Alamiah

TrubusNews
Diah Fauziah
03 April 2019   14:00 WIB

Komentar
Ternyata, Hujan Es di Indonesia Itu Fenomena Cuaca Alamiah

Ilustrasi hujan es. (Foto : YouTube)

Trubus.id -- Sepanjang tahun, Indonesia hanya memiliki dua musim, yakni kemarau dan hujan. Maka, tidak heran jika hujan es yang terjadi di wilayah Indonesia dalam beberapa hari terakhir, mengejutkan masyarakat.

Lantas, bagaimana bisa hujan es terjadi di Indonesia? Menurut BMKG, hujan es merupakan fenomena cuaca alamiah yang biasa terjadi.

"Kejadian hujan lebat maupun es disertai kilat atau petir dan angin kencang berdurasi singkat lebih banyak terjadi pada masa transisi atau pancaroba musim. Baik dari musim kemarau ke musim hujan atau sebaliknya," kata Hary T Djatmiko, Kepala Bidang Manajemen Observasi Meteorologi BMKG, saat dihubungi Trubus.id, Rabu (3/4).

Baca Lainnya : Hujan Es di Gunung Gede, Ini Penjelasan BMKG

Hujan es atau hail adalah presipitasi (curah hujan) dalam bentuk padat yang terdiri dari bola-bola es. Salah satu proses pembentukannya ialah melalui kondensasi uap air lewat pendinginan di atmosfer pada lapisan di atas titik beku atau freezing level nol derajat Celsius.

"Es yang terjadi dengan proses ini biasanya memiliki diameter lima sampai dengan 200 milimeter, berasal dari awan Cumulonimbus (Cb). Nah, batu-batu es atau hail stone yang telah terbentuk, mulai dari bagian tengah awan sampai pada lapisan atas, tidak semuanya mencair ketika turun ke lapisan yang lebih rendah, meskipun dengan suhu yang relatif hangat," beber Hary.

Baca Lainnya : Awan Cumulonimbus Ini Penyebab Hujan Es di Lubuklinggau

Hujan es yang terkadang disertai dengan angin kencang, bahkan puting beliung, dapat berasal dari jenis awan Cb bersel tunggal (single-cell) atau pun berkelompok (multi-cell) yang tumbuh secara vertikal dan di daerah tropis. Bahkan, mencapai level tropopause dengan jangkauan awan bersel tunggal secara horizontal sekitar dua hingga delapan kilometer.

  1


500 Karakter

Artikel Terkait

Pemerintah Miliki 20 Alat PCR Covid-19

Peristiwa   08 April 2020 - 14:34 WIB
Bagikan:          

Kabupaten Siak Panen Raya Padi Gogo Seluas 12 Hektare

Peristiwa   08 April 2020 - 12:55 WIB
Bagikan:          
Bagikan: