Kementan: Kalau Mafia Bawang Putih Semena-mena Seperti Dulu, Kita Perangi!

TrubusNews
Diah Fauziah
03 April 2019   09:00 WIB

Komentar
Kementan: Kalau Mafia Bawang Putih Semena-mena Seperti Dulu, Kita Perangi!

Moh Ismail Wahab (kiri), Direktur Sayuran dan Tanaman Obat, Direktorat Jenderal Hortikultura, Kementan, saat melakukan panen bawang putih, beberapa waktu lalu. (Foto : Dok. Humas Kementerian Pertanian)

Trubus.id -- Di bawah kepemimpinan Andi Amran Sulaiman, Kementan gencar melakukan program tanam bawang putih dari APBN maupun wajib tanam 5 persen dari importir. Lantaran program tersebut dilakukan Kementan dengan ketat, tidak heran jika hasil tanam bawang putih mengalami kenaikan tajam pada tahun 2018, mencapai 11 ribu hektare atau naik 1.100 persen dari tahun 2014.

"Hasil panen bawang putih yang tanam 2018, seluruhnya dijadikan benih dan akan ditanam lagi pada 2019 seluas 20 sampai 30 ribu hektare," kata Moh Ismail Wahab, Direktur Sayuran dan Tanaman Obat, Direktorat Jenderal Hortikultura, Kementan, Selasa (2/4).

Baca Lainnya : Kementan Pastikan Program Tanam Bawang Putih di Banyuwangi Menggeliat

Pada tahun 2020, Kementan akan melakukan tanam bawang putih dengan luas lahan berkisar 70 sampai 90 hektare. Hingga tercapai swasembada bawang putih pada akhir 2021 mendatang.

"Jadi, pengamat jangan berkoar-koar bila tidak mengerti masalah sesungguhnya. Atau, bisa jadi mereka berafiliasi dengan mafia. Memang, tidak mudah mengejar target tanam. Kami kerja keras, wajib tanam importir kami pantau ketat," tegasnya.

"Tahun lalu, ada staf kami diiming-iming imbalan. Mau disogok oleh oknum importir supaya lolos dari wajib tanam, staf kami menolak. Importir yang mangkir wajib tanam, kami tindak tegas dengan blacklist," jelas Ismail.

Baca Lainnya : Kementan Mulai Bangun Lumbung Bawang Putih Baru di Sumatra Utara

Pada tahun 2018, ada 15 perusahaan importir bawang yang di-blacklist. Selain itu, dalam waktu dekat, Ismail mengatakan jika Kementan akan mem-blacklist beberapa importir yang nakal.

"Kami juga akan melaporkan ke Satgas Pangan Polri. Kalau importir semena-mena seperti dulu, kami perangi. Kami tidak main-main karena ingin mensejahterakan rakyat dan melinidungi petani," tuturnya. [DF]
 


 

  1


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: