BMKG: Waspada Banjir Rob di Pesisir Semarang Hingga 3 Bulan Mendatang

TrubusNews
Astri Sofyanti
02 April 2019   19:30 WIB

Komentar
BMKG: Waspada Banjir Rob di Pesisir Semarang Hingga 3 Bulan Mendatang

Ilustrasi (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Badan Meteorologi Klimotalogi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini, waspada banjir rob yang diakibatkan peningkatan air laut pasang di kawasan pesisir Pantai Utara Semarang hingga tiga bulan mendatang.

BMKG memprakirakan, berdasarkan analisis ketinggian muka air laut, rob akan terjadi di Semarang saat siang hari mulai April, sampai puncaknya Juni. Guna mengantisipasinya, BMKG meminta warga yang tinggal di kawasan pesisir Pantai Utara Semarang untuk meningkatkan kewaspadaan.

Baca Lainnya : Masyarakat Wajib Waspada, Jawa Timur Berpotensi Banjir Rob

Kepala Stasiun Meteorologi Kelas II Maritim Tanjung Emas Semarang, Retno Widiyaningsih mengatakan, peningkatan kewaspadaan wajib bagi masyarakat yang beraktivitas di Semarang bagian bawah. Kenaikan air rob pada puncaknya nanti mencapai sekitar 50 sentimeter, yang bisa berdampak akses jalan raya tergenang.

"Pada bulan-bulan itu, utamanya pas jam siang hari, mulai pukul 14.00 WIB sampai 18.00 WIB. Ini yang patut diwaspadai," terang Retno dalam siaran persnya, Selasa (2/4).

Dirinya memperingati bahwa banjir rob bisanya akan terjadi pada siang hari sehingga airnya tidak mudah surut.

“Banjir rob yang terjadi pada siang hari airnya tak mudah surut,” tegasnya kembali.

Sementara itu, diakui Retno, pada bulan Mei mendatang, Kota Semarang, juga diprediksi sudah memasuki musim kemarau. Pada musim kemarau, rob cenderung terjadi pada siang hari.

Baca Lainnya : Waspada, Wilayah-wilayah di Jakarta Ini Rawan Terdampak Banjir Rob

"Daerah Semarang bagian bawah harus waspada. Karena, banyak jalan yang tergenang rob. Kalau di musim penghujan, kenaikan robnya terjadi malam hari. Tapi kalau kemarau, robnya naik tinggi pas siang hari," tambahnya.

Dirinya mengungkapkan, sejumlah lokasi yang rawan terjadi banjir rob meliputi kawasan Pelabuhan Tanjung Emas, Kecamatan Genuk, sekitar Pasar Johar Lama, pesisir Sayung, dan Mangkang sekitar Kampung Tapak Mangunharjo Kulon. Masyarakat yang terdampak rob, supaya mengalihkan puncak aktivitasnya pada pagi hari.

Sebagai langkah antisipasi, BMKG akan selalu memperbarui informasi terkait perubahan suhu muka laut yang memengaruhi peningkatan air rob. [RN]

  1


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: