Kurangi Sampah Laut, Kemenhub Akan Bangun Fasilitas Penampungan di Setiap Pelabuhan

TrubusNews
Syahroni | Followers 2
01 April 2019   22:00

Komentar
Kurangi Sampah Laut, Kemenhub Akan Bangun Fasilitas Penampungan di Setiap Pelabuhan

Ilustrasi (Foto : greeners)

Trubus.id -- Permasalahan sampah plastik yang bermuara di lautan sudah sejak lama jadi perhatian dunia. Untuk itu, pengelolaan dan pengurangan sampah di laut tengah digencarkan.

Dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) pemimpin G-20 di Hamburg Jerman beberapa waktu lalu, Presiden Joko Widodo pun telah menyampaikan, saat ini Indonesia telah menetapkan Aksi Nasional (RAN) terkait pengelolaan dan pengurangan sampah di laut sebesar 70 persen pada 2025. Sanksi tegas akan diberikan pada pihak-pihak yang membuang limbah/sampah di perairan sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Pelayaran

"Setiap orang yang melakukan pembuangan limbah air balas, kotoran, sampah atau bahan lain ke perairan dapat dipidana dengan pidana penjara dan denda hingga ratusan juta rupiah," terang Direktur Perkapalan dan Kepelautan, Direktorat Jenderal Perhubungan Kementerian Perhubungan Sudiono dalam keterangan tertulisnya, Minggu (31/3).

Baca Lainnya : Pemerintah Targetkan, 2025 Sampah Laut Berkurang 70 Persen, Akankah Tercapai?

Dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran juga disebutkan, setiap awak kapal wajib mencegah dan menanggulangi terjadinya pencemaran lingkungan yang bersumber dari kapal. Begitu juga dengan kewajiban setiap kapal untuk memenuhi persyaratan perlengkapan pencegahan pencemaran oleh sampah. 

Menurutnya, pengelolaan sampah plastik di laut tak hanya menjadi isu nasional, tetapi juga menjadi perhatian utama bagi dunia internasional. Kementerian Perhubungan juga telah menyusun strategi pengelolaan sampah plastik yang berasal dari aktivitas transportasi laut. Salah upaya yang dilakukan adalah dengan membangun fasilitas penampungan (reception facility) di setiap pelabuhan umum. 

"Setiap pelabuhan harus menyediakan fasilitas penampungan dalam bentuk apapun yang dapat memungkinkan untuk menampung sampah sementara dari kapal atau dari kegiatan di pelabuhan," terangnya Sudiono.

Untuk tahap awal, Kemenhub menargetkan fasilitas itu dapat dimiliki oleh beberapa pelabuhan utama yakni Pelabuhan Belawan, Tanjung Priok, Tanjung Perak, dan Makassar serta di Pelabuhan Labuan Bajo.

Baca Lainnya : Tangani Sampah Laut, Indonesia dan Bank Dunia Jalin Kerja Sama

Sudiono berharap nantinya fasilitas penampungan yang dimiliki kelima pelabuhan tersebut dapat berfungsi dengan optimal, tidak hanya untuk sampah dari kapal namun juga untuk limbah operasional lainnya dari kapal seperti minyak kotor dan limbah kotoran (sewage).

Tak hanya itu, saat ini sudah diterapkan juga aplikasi pelaporan limbah dari kapal melalui Port Waste Management System yang sudah diintegrasikan pada sistem inaportnet di 16 pelabuhan.

Lebih lanjut, Sudiono juga menjelaskan akan pentingnya penerapan sertifikasi manajemen lingkungan international (ISO 14001). 

"Penanganan sampah di pelabuhan-pelabuhan juga disesuaikan dengan standar ISO 14001. Pemerintah akan mengawasi dan mendorong agar pelabuhan-pelabuhan yang belum menerapkan sertifikasi tersebut bisa segera mempersiapkan diri untuk disertifikasi," tambahnya. [RN]

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan: