Balas Diskriminasi Sawit, Pemerintah Pertimbangkan Boikot Produk Eropa

TrubusNews
Binsar Marulitua
01 April 2019   12:30 WIB

Komentar
Balas Diskriminasi Sawit, Pemerintah Pertimbangkan Boikot Produk Eropa

Menko Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan. (Foto : Doc/ Kemenko Kemaritiman)

Trubus.id -- Pemerintah Indonesia mempertimbangkan langkah untuk memboikot produk-produk Eropa yang masuk ke pasar Indonesia. Hal tersebut dilakukan sebagai balasan atas diskriminasi sawit berdasarkan tuduhan sebagai komoditas terbesar yang menyebabkan kerusakan lingkungan.

“Kita peduli juga dengan lingkungan, kita yang paling tahu apa yang terbaik untuk lingkungan hidup kita,” ujar Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan dalam keterangan tertulis yang diterima Trubus.id, Senin (1/4).

Baca Lainnya : Pengusaha Sawit Dukung Pemerintah Gugat Uni Eropa ke WTO

Menko Luhut mengatakan, upaya memboikot produk Eropa diambil dalam rangka melindungi kepentingan petani dan memastikan kesejahteraan hidup jutaan orang yang hidupnya bergantung pada sawit ini. Sampai saat ini terdapat  18 juta orang bergantung pada industri sawit. Hal tersebut juga berdampak pada angka kemiskinan Indonesia. 

“Apapun akan kita lakukan untuk mempertahankan kedaulatan kita, karena 18 juta orang bergantung pada industri sawit ini. Karena ini akan berdampak pada angka kemiskinan kita,” tambahnya. 

Saat menjadi pembicara di depan Forum Komunikasi Asosiasi Pengusaha (Forkas) Jawa Timur, akhir pekan lalu, Ia juga menjelaskan saat ini  badan-badan internasional memuji keadaan ekonomi Indonesia yang terus mengalami perbaikan.

Baca Lainnya : Indonesia Masih Bergantung pada Sawit untuk Turunkan Tingkat Kemiskinan

“Efisiensi adalah kata kunci karena itu musuh kita comfort zone. Sekarang makin susah untuk bermain-main. Tapi saya yakin mereka yang tidak nyaman itu lama kelamaan akan menyesuaikan juga,” katanya.

Menko Luhut mengatakan, ia heran ada orang yang bisa menurunkan harga-harga dalam waktu 100 hari.

“Kalau harga-harga diturunkan bagaimana nasib pemasoknya? Nasib petani, peternak ayam? Dalam sistem ekonomi ini kita harus selalu menjaga keseimbangan agar pemasok tetap untung dan pembeli nyaman,” ujar dia. [RN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          

Bina Swadaya Kritisi UU Kontroversial Cipta Kerja

Peristiwa   24 Nov 2020 - 18:26 WIB
Bagikan:          
Bagikan: