Merapi Semburkan Dua kali Guguran Larva, Status 'Waspada' Bertahan

TrubusNews
Binsar Marulitua
01 April 2019   10:30 WIB

Komentar
Merapi Semburkan Dua kali Guguran Larva, Status 'Waspada' Bertahan

Awan panas Gunung Merapi (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) melaporkan, Gunung Merapi kembali meluncurkan guguran lava pijar sebanyak dua kali pada periode pengamatan 31/3 pukul 18.00 WIB sampai 1/4 pukul 06.00 WIB.

Lava pijar dilaporkan mengarah ke arah hulu Kali Gendol dengan jarak luncur 380 meter. 

BPPTKG juga menyebutkan melalui akun twitter resminya, berdasarkan periode pengamatan melalui CCTV, asap kawah bertekanan lemah teramati berwarna putih dengan intensitas tipis, sedang, hingga tebal dengan tinggi 150 meter di atas puncak kawah Merapi.

Baca Lainnya : Gunung Merapi Luncurkan Guguran Awan Panas Setinggi 1,5 Kilometer

Cuaca di gunung itu terpantau berawan dan mendung. Angin bertiup lemah hingga sedang ke arah barat daya dengan suhu udara 16 hingga 21 derajat Celcius, kelembaban udara 69 hingga 87 persen, dan tekanan udara 568.5-709 mmHg.

Selain itu, juga terekam 5 kali gempa guguran dengan amplitudo 5 hingga 15 mm selama 32-41 detik, tiga kali gempa hembusan dengan amplitudo 3-11 mm selama 21-28 detik, dan satu kali gempa frekuensi rendah dengan amplitudo 4 mm selama 10 detik.

Hingga saat ini BPPTKG tetap mempertahankan status Gunung Merapi pada Level II atau Waspada. Untuk sementara Gunung Merapi tidak merekomendasikan kegiatan pendakian kecuali untuk kepentingan penyelidikan dan penelitian yang berkaitan dengan mitigasi bencana.

Baca Lainnya : Aktivitas Gunung Merapi Menggeliat, Guguran Awan Panas dan Lava Pijar Terus Terjadi

BPPTKG juga mengimbau agar warga tidak melakukan aktivitas dalam radius tiga kilometer dari puncak Gunung Merapi.

Sehubungan dengan kejadian guguran awan panas yang jarak luncurnya semakin jauh, BPPTKG mengimbau warga yang tinggal di kawasan alur Kali Gendol meningkatkan kewaspadaan.

Masyarakat juga diminta tidak terpancing isu-isu mengenai erupsi Gunung Merapi yang tidak jelas sumbernya dan tetap mengikuti arahan aparat pemerintah daerah atau menanyakan langsung ke Pos Pengamatan Gunung Merapi, media sosial BPPTKG atau ke kantor BPPTKG. [NN]

  1


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: