Di Bawah Kendali Mentan Amran, Ekspor Komoditas Pertanian Meningkat Pesat

TrubusNews
Syahroni
30 Mar 2019   19:00 WIB

Komentar
Di Bawah Kendali Mentan Amran, Ekspor Komoditas Pertanian Meningkat Pesat

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman melepas ekspor produk pertanian ke mancanegara. (Foto : Doc/ Kementan RI)

Trubus.id -- Kementerian Pertanian (Kementan) terus berupaya meningkatkan produksi dan mendorong ekspor di sektor pertanian. Salah satu strateginya adalah dengan mentransformasi pertanian tradisional menjadi pertanian modern. Selain itu, Kementan juga mendorong generasi muda agar mau terjun langsung baik sektor peternakan maupun pertanian.

Hasilnya, selama empat tahun terakhir, Kementerian yang dipimpin Andi Amran Sulaiman ini berhasil melampau capaan-capian yang ditetapkan. Salah satunya adalah meningkatnya produksi lokal, sehingga Indonesia mampu mengekspor berbagai macam komoditas pertanian ke luar negeri.

Di Kabupaten Merauke misalnya, minggu ini pemerintah setempat mampu meningkatkan ekspor non Migas terutama berbagai komoditas pertanian yang potensial, seperti 12 ton beras yang dilepas menuju Papua New Guinea (PNG).

Wakil Bupati Merauke Sularso, yang juga turut hadir dalam acara tersebut menyampaikan bahwa Kabupaten Merauke sendiri memiliki banyak potensi di bidang non migas terutama komoditas pertanian.

Baca Lainnya : Strategi Jitu Kementan Mendorong Ekspor Peternakan Direspon Positif Timor Leste

"Sudah saatnya Merauke yang subur makmur benar-benar dioptimalkan untuk kesejahteraan bersama," kata Sularso di halaman Kantor Karantina Pertanian Kelas Satu Merauke, Sabtu (30/3) kemarin.

Sementara itu, Kepala Balai Besar Uji Standar Karantina Pertanian (Barantan), Aryanto yang mewakili Kepala Barantan Kementan menegaskan bahwa Merauke adalah salah satu lumbung padi terbesar di tanah Cenderawasih. Menurutnya, peningkatan produksi ini terjadi dari tahun ke tahun, terutama pada tahun 2017 hingga 2019.

Berdasarkan data yang tercatat di Barantan, Marauke juga memiliki produk unggulan ekspor lain seperti gambir, kopra dan gaharu. Potensi tersebut pada 2018 tercatat sebesar 2.646, 15 ton atau senilai Rp 66 miliar untuk komoditas gambir.

Baca Lainnya : Kementan Lepas Ekspor 15 Ton Kelapa ke Australia

"Adapun untuk kopra, dalam triwulan pertama tahun 2019, tercatat 89 ton dengan nilai Rp3,1miliar. Sedangkan ekspor gaharu pada triwulan pertama juga tercatat sebanyak 6,9 ton dengan nilai ekonomi sebesar Rp 2 miliar," kata Aryanto.

Di Kalimantan, Kementan melalui Badan Karantina Pertanian (Barantan) yang diwakili Kepala Pusat Karantina Hewan dan Keamanan Hayati Hewani, Agus Sunanto juga melepas produk ekspor komoditas pertanian olahan kayu asal Samarinda.

"Kalimantan adalah salah satu pulau penghasil kayu terbanyak di Indonesia. Hasil olahan kayu kami menjadi primadona ekspor, khususnya yang di Kalimantan Timur," ujar Agus Sunanto, Sabtu (30/3).

Agus menjelaskan, beberapa produk hasil olahan kayu ini terdiri dari Veneer Kruing sebanyak 1.132,71 m3 milik PT Kayu Alam Perkasa Raya dengan nilai ekspor sebesar RpRp 8,18 miliar. Kemudian Kayu Moulding sebanyak 716,836 m3 milik PT Oceanias Timber Products senilai Rp4,20 miliar serta Plywood sebanyak 226,986 m3 milik PT Rimba Raya Lestari senilai Rp1,74 miliar.

Baca Lainnya : Sumut Ekspor Berbagai Komoditas Pertanian Senilai Rp116 Miliar

Adapun Ekspor ini dilepas dengan tujuan negara India, Cina dan Myanmar. Selain itu ada juga hasil olahan kayu produk unggulan karet sebanyak 302,4 ton milik PT Multi Kusuma Cemerlang senilai Rp 5,16 miliar dengan tujuan ekspor ke Taiwan dan Palm Kernel Expeller (PKE) sebanyak 400 Ton atau 20 Kontainer milik CV. Rizata Wijaya senilai Rp 509 juta dengan tujuan ekspor ke negara Cina.

Dari Sumatera Utara, Wakil Bupati Batubara, Oky Iqbal Frima bersama Kepala Pusat Karantina Hewan dan Keamanan Hayati Hewani (Kapus KH) Barantan Kementan, Agus Sunarto juga melepas ekspor komoditas pertanian Sumatera Utara ke sejumlah negara. Pelepasan ini dilakukan di Pelabuhan Multipurpose Kuala Tanjung.

Kepala Karantina Tanjungbalai Asahan Bukhuri menjelaskan, sejauh ini ada lima produk ekspor unggulan yang tengah digarap serius di wilayahnya. Kelima produk itu masing-masing terdapat di Kabupaten Batubara Asahan, Tanjungbalai dan Labuhanbatu Utara.

"Dari semua wilayah itu, komoditas minyak kelapa sawit penyumbang ekspor di Provinsi Sumatera Utara. Komoditas tersebut telah diekspor ke beberapa negara seperti Ukrania, Jordania, Brazil, Asia, Eropa dan Afrika," katanya. [RN]

  1


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          

Presiden Jokowi Siapkan Labuan Bajo untuk Pertemuan G20

Peristiwa   20 Jan 2020 - 17:21 WIB
Bagikan:          
Bagikan: