Strategi Jitu Kementan Mendorong Ekspor Peternakan Direspon Positif Timor Leste

TrubusNews
Binsar Marulitua | Followers 0
30 Mar 2019   18:00

Komentar
Strategi Jitu Kementan Mendorong Ekspor Peternakan Direspon Positif Timor Leste

Dirjen PKH Kementan, I Ketut Diarmita. (Foto : Doc/ Kementan RI)

Trubus.id -- Kementerian Pertanian (Kementan) bakal menyalurkan potensi peternakan yang terbilang besar ke beberapa negara yang selama ini menjadi mitra dagang Indonesia. Salah satu negara yang telah memberikan respon positif adalah Timor Leste. 

"Saat ini sudah ada beberapa negara tetangga yang menyatakan minatnya untuk mengimpor beberapa komoditas peternakan, salah satunya adalah Timor-Leste," ungkap Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH) Kementan, I Ketut Diarmita di Jakarta, Sabtu (30/4).

Ketut menjelaskan, beberapa calon buyer di Negara Timor-Leste telah menyampaikan secara resmi adanya kebutuhan terhadap produk peternakan di Indonesia. Diantaranya: DOC ayam ras pedaging, pakan ternak, DOD itik (baik petelur dan pedaging), DOQ puyuh, serta ternak Kambing.

Untuk menindaklanjuti permintaan tersebut, ditambahkan Ketut, saat ini Pemerintah Indonesia sedang menyiapkan pelaksanaan Import Risk Analysis (IRA) yang akan dilakukan oleh Pemerintah Timor-Leste pada salah satu perusahaan unggas di Indonesia yang akan dilaksanakan pada minggu ke-2 bulan April 2019.

Baca Lainnya : Kementan Tegaskan Fokus di Produksi, Pengawasan Penyakit dan Pakan Ternak

IRA dilakukan pada unit usaha perusahaan unggas dan pakan ternak yang berlokasi di Jawa Timur dan Bali yaitu meliputi produk unggas (DOC ayam ras pedaging/broiler), pakan ternak, dan produk olahan unggas.

Ketut menjelaskan bahwa IRA merupakan syarat utama bagi perusahaan peternakan di Indonesia, khususnya unggas, untuk dapat dilakukan penilaian kesesesuaian terutama dalam hal penerapan persyaratan kesehatan hewan berdasarkan sertifikat-sertifikat yang telah dikeluarkan oleh Pemerintah Indonesia, tambah Ketut. 

"Kita selaku calon negara eksportir, selalu mengutamakan pemenuhan persyaratan kesehatan hewan maupun standar internasional lainnya sebagai jaminan keamanan produk bagi negara Timor-Leste," ungkapnya. 

Hal ini sesuai dengan komitmen kedua negara di dalam perjanjian technical agreement antara Indonesia dan Pemerintah Negara Timor-Leste dan Pemerintah Indonesia, yang telah ditandatangani pada tahun 2018 yang lalu.

Baca Lainnya : Mulai Bertelur, 1,4 Juta Ekor Ayam Bantuan dari Kementan Sukses Entaskan Kemiskinan di Brebes  

"Hasil dari kegiatan IRA ini akan menjadi pertimbangan bagi Negara Timor-Leste dalam mengeluarkan rekomendasi impor pada produk unggas dari Indonesia", terangnya.

Ekspor unggas dan produk unggas dari Indonesia ke Timor-Leste dimulai sejak pertengahan tahun 2018, dengan jumlah produk yang diekspor berdasarkan data BPS dan Pusdatin Kementan tahun 2018, yaitu ekspor DOC sebanyak 113.600 ekor dengan nilai sebesar 45.815 USD, untuk produk pakan unggas sebanyak 4.209 ton dengan nilai sebesar 758.424 USD, dan untuk daging ayam olahan sebanyak 29,4 ton dengan nilai 89.320 USD. 

"Hal ini merupakan momentum awal ekspor produk peternakan unggas Indonesia ke Timor Leste, seperti kita ketahui bahwa sebelumnya Indonesia tidak dapat mengeskpor unggas dan produk unggas ke Timor-Leste terkait dengan adanya peraturan di negara tersebut yang melarang impor dari Indonesia", ucap Ketut.

Baca Lainnya : Kementan Lepas Ekspor 15 Ton Kelapa ke Australia

Di tempat terpisah, Fini Murfiani selaku Direktur Pengolahan dan Pemasaran Ditjen PKH menyebutkan bahwa selain ayam ras, pelaku usaha dan Pemerintah Timor-Leste juga berminat untuk mengembangkan beberapa komoditas lain seperti itik, puyuh, dan kambing. Indonesia sangat berpotensi untuk memenuhi pasar di Timor Leste. 

Ia sampaikan bahwa Ditjen PKH telah melakukan identifikasi beberapa pelaku usaha yang siap melakukan ekspor untuk memenuhi permintaan berupa DOD Itik petelur dan pedaging, DOQ puyuh, dan Kambing. 

"Beberapa syarat untuk bisa melakukan ekspor adalah terjaminnya supply chain untuk menjamin kontinuitas produk ekspor yang diminta, adanya proses quality control untuk memenuhi spesifikasi yang diminta dan tentunya yang utama adalah jaminan pemenuhan persyaratan kesehatan hewan yang dipersyaratkan oleh Negara Tujuan", sebut Fini.

"Untuk dapat merealisasikan diversifikasi jenis komoditas peternakan yang diekspor ke Timor-Leste, saat ini Ditjen PKH sedang menyiapkan semua proses persyaratan yang dibutuhkan", pungkasnya lagi. [RN]

  1


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Fransiska Lie 30 Mar 2019 - 21:41

permisi ya mau numpang promosi bo kelinci99 BM : 2B1E7B84

Artikel Terkait

Mentan Amran: Mau Kaya, Jadi Petani!

Astri Sofyanti   Peristiwa
Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: