Benih Lobster Senilai Rp10 Miliar Lebih, Gagal Diselundupkan ke Singapura

TrubusNews
Syahroni | Followers 2
28 Mar 2019   20:30

Komentar
Benih Lobster Senilai Rp10 Miliar Lebih, Gagal Diselundupkan ke  Singapura

Ilustrasi (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Seorang pemuda berinisial AR (26) terpaksa berurusan dengan petugas Bea Cukai Bandara Husein Sastranegara. Ia diamankan lantaran barang bawaannya diketahui membawa ribuan benih lobster.

AR sendiri diamankan Jumat (22/3) lalu ketika hendak terbang menuju Singapura. Petugas Kantor Wilayah (Kanwil) Bea dan Cukai Jawa Barat yang sudah mengintainya kemudian mencegatnya sebelum naik ke pesawat. Tas buah tas yang ditaruhnya di kabin pesawat kemudian diperiksa. 

Benar saja, saat tas dibuka, petugas menemukan 33 kantung plastik berisi benih lobster yang setelah dihitung ternyata berjumlah 54.947 ekor.

Baca Lainnya : Lagi, Pemerintah Gagalkan Penyelundupan 304.354 Ekor Benih Lobster

"Tersangka AR ini akan ke Singapura menggunakan pesawat Garuda. Tetapi kami mencurigai, sehingga kami lakukan pemeriksaan," terang Kepala Kanwil Bea dan Cukai Jabar, Syaifullah Nasution di kantornya, Kamis (28/3).

Ia menerangkan jikd dijual, benih lobster yang dibawa tersangka AR nilainya bisa mencapai puluhan miliar rupiah. 

"Nilai barang hasil penindakan ini sebesar Rp 10.989.400.000. Sementara potensi kerugian imaterial yang lebih besar ialah terancamnya keberadaan dan ketersediaan populasi sumber daya lobster sebagai produk perikanan Indonesia," terang Syaifullah lagi.

Baca Lainnya : Penyelundupan 264 Ekor  'Baby' Lobster Senilai 37 Miliar Digagalkan 

Syaifullah menambahkan, usai pemeriksaan juga diketahui, AR berencana menjual benih lobster yang ia bawa di Singapura. Di negara itu, benih lobster ini dihargai cukup tinggi.

Namun yang ia harusnya lebih tahu, larangan jual-beli benih lobster ini sudah diatur dalam Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan No 56/PERMEN-KP/2016 tentang Larangan Penangkapan dan atau Pengeluaran Lobster (Panulirus spp.), Kepiting (Scylla spp.) dan Rajungan (Podunus spp.) dari Wilayah Negara Republik Indonesia. 

Karena ulahnya, AR dijerat Pasal 102A huruf a Undang-undang No 17 Tahun 2006 tentang perubahan atas Undang-undang No 10 tahun 1995 tentang Kepabeanan dengan ancaman hukuman pidana mencapai 10 tahun. [RN]

  1


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Monica Chandra 28 Mar 2019 - 21:28

Minimal Depo 20rb , WD 50rb cs online 1x24 jam BBM : areatoto

Artikel Terkait

Rumah Warga Aceh di Rusak Kawanan Gajah Liar

Astri Sofyanti   Peristiwa
Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: