Bayi Komodo Diperjualbelikan di Pasar Gelap, Pengawasan TNK Diperketat

TrubusNews
Astri Sofyanti
28 Mar 2019   18:30 WIB

Komentar
Bayi Komodo Diperjualbelikan di Pasar Gelap, Pengawasan TNK Diperketat

Ilustrasi (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Viktor B Laiskodat meminta Polda NTT untuk menerjunkan sejumlah personel untuk mengawasi dan mengamankan kawasan Taman Nasional Komodo (TNK). Langkah ini diambil usai adanya pengungkapan kasus perdagangan satwa yang satu diantaranya adalah jenis komodo (Varanus komodoensis).

"Saya sudah minta bantuan Polda NTT untuk melakukan pengawasan dan pengamanan. Wakapolda saat ini ada di Labuan Bajo dan saya minta segera inspeksi di kawasan TNK itu," kata Viktor dilansir dari Antara, Kamis (28/3).

Viktor mengakui, pengamanan kawasan TNK ini diperketat lantaran adanya kasus jual beli komodo yang berhasil diungkap jajaran Direktorat Kriminal Khusus (Direskrimsus) Polda Jawa Timur belum lama ini. Viktor pun mendapat laporan, bayi komodo yang menjadi salah satu satwa yang diperdagangkan itu ternyata diperoleh pelaku dari Flores.

Baca Lainnya : Polda Jatim Amankan Komodo Hingga Kasuari dari Tangan 8 Pedagang Satwa Langka

Dirinya menambahkan kasus pencurian bayi Komodo di Flores itu bukanlah kasus pembiaran, tetapi lebih pada minimnya pengawasan yang dilakukan instansi yang ditugaskan untuk mengawasi.

"Hal ini karena pengawasannya kurang. Bisa saja juga terjadi adanya permainan karena rentan kendali pengawasan itu terlalu jauh di Jakarta walaupun ada balainya tetapi dengan anggaran terbatas, dan personel yang terbatas hal-hal seperti itu bisa saja terjadi," tegas Viktor.

Baca Lainnya : Kebun Binatang Surabaya Sukses Tetaskan 74 Ekor Anak Komodo dalam 1 Siklus

Diakuinya, kasus dugaan pencurian bayi Komodo di TNK itu karena memang minimnya pengawasan yang dilakukan oleh BTNK. Oleh karena itu, pihaknya mendesak agar rencana mengambil alih TNK oleh Pemerintah NTT bisa dilaksanakan secepatnya, sehingga pemerintah NTT segera menyiapkan ranger-ranger terbaik untuk mengawasi satwa-satwa dilindungi tersebut.

Sementara itu, terkait adanya dugaan ada orang dalam yang terlibat dalam kasus jual beli bayi komodo itu, ia mengatakan bahwa pihaknya akan menyerahkan sepenuhnya dugaan itu ke pihak kepolisian.

"Kita serahkan ke pihak kepolisian saja untuk menangani hal itu. Siapapun pelakunya dalang dibalik itu harus segera ditangkap," pungkas Viktor. [RN]

  1


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: