Dari 127 Gunung Api Aktif di Indonesia, Hanya Sinabung yang Statusnya 'Awas'

TrubusNews
Astri Sofyanti
28 Mar 2019   16:00 WIB

Komentar
Dari 127 Gunung Api Aktif di Indonesia, Hanya Sinabung yang Statusnya 'Awas'

Erupsi Gunung Sinabung. (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melaporkan, sebanyak 127 gunung api yang tersebar di sejumlah wilayah Indonesia kondisinya masih aktif.

Bahkan saat ini, sebanyak 69 gunung diantaranya, dipantau setiap hari selama 24 jam penuh. Namun demikian, dari jumlah tersebut, baru satu gunung yang statusnya berada di level IV (awas), sementara tiga gunung berada di level III (siaga). Sementara itu, 16 gunung api berada di level II (waspada). Selanjutnya 49 gunung api lainnya masih normal atau berada di level I.

Kamis, (28/3), PVMBG, Badan Geologi Kementerian ESDM, melaporkan, satu-satunya gunung api yang berstatus awas saat ini adalah Gunung Sinabung di Karo, Sumatera Utara.

Baca Lainnya : Gunung Merapi Luncurkan Guguran Awan Panas Setinggi 1,5 Kilometer

PVMBG mengungkapkan, status Gunung Sinabung naik jadi awas, level paling bahaya dalam aktivitas gunung api, sejak 2 Juni 2015. Dalam kurun waktu tersebut, sudah berulang kali Gunung Sinabung mengalami erupsi dan letusan.

“Gunung Api Sinabung Sumatera Utara merupakan salah satu gunung api paling aktif di Indonesia saat ini, kegiatan erupsinya berlangsung sejak tahun 2013,” tulis PVMBG dalam laman resminya, Kamis (28/3).

Berdasarkan rekaman seismograf, Gunung Agung mengalami 14 kali gempa. Rinciannya delapan kali gempa embusan, tiga kali gempa tektonik jauh, selebihnya adalah gempa tektonik lokal, gempa tornillo dan sekali gempa getaran banjir.

Baca Lainnya : Siaga, Gunung Karangetan Masih Berpotensi Luncurkan Guguran Lava

Sementara itu, tiga gunung api yang berstatus siaga adalah Gunung Agung di Bali sejak 10 Februari 2018, Gunung Soputan di Sulawesi Utara sejak 3 Oktober 2018 dan Gunung Karangetang di Sulawesi Utara sejak 20 Desember 2018.

Menurut catatan PVMBG, Rabu (27/3) kemarin Gunung Agung tercatat mengalami 11 kali gempa berdasarkan rekaman seismograf. Sembilan di antaranya gempa tektonik jauh, sisanya gempa embusan dan gempa teknonik lokal. Hari ini sejak pukul 00.00 hingga 06.00 Wita pagi tadi, Gunung Agung mengalami dua gempa tektonik jauh.

Gunung Soputan kemarin juga tercatat mengalami 27 kali gempa guguran, tujuh kali gempa tektonik jauh, sekali gempa vulkanik dalam dan satu kali gempa embusan. Sedangkan Gunung Karangetang dilanda 48 kali gempa, Rabu kemarin. Rekaman seismograf mencatat, ada 16 kali gempa hybrid melanda. 10 kali gempa vulkanik dangkal, 10 kali gempa embusan, 10 kali gempa tektonik jauh, dua kali gempa vulkanik dalam. Tremor menerus dengan amplitudo 0,25 mm, dominan 0,25 mm.

Baca Lainnya : Aktivitas Mereda, Status Gunung Anak Krakatau Diturunkan jadi Waspada

Selanjutnya, Gunung api berstatus waspada jumlahnya sebanyak 16. Satu di antaranya adalah Gunung Anak Krakatau. Gunung api yang terletak di Selat Sunda ini sempat naik ke siaga sejak 18 Juni 2018. Namun, terhitung 25 Maret 2019, aktivitas gunung itu diturunkan ke level II.

Gunung api lain yang masih waspada adalah Gunung Merapi di berada di perbatasan Yogyakarta dan Jawa Tengah, Gunung Kerinci di Jambi-Sumatera Barat, Gunung Semeru di Jawa Timur, Gunung Bromo di Jawa Timur, Gunung Rinjani di Nusa Tenggara Barat, Gunung Sangeangapi di Nusa Tenggara Barat, Gunung Rokatenda di Nusa Tenggara Timur, Gunung Lokon di Sulawesi Utara dan Gunung Gamalama di Maluku.

Kemudian tiga gunung api di Pulau Halmahera yakni, Gunung Gamkonora, Gunung Ibu dan Gunung Dukono. Selanjutnya Gunung Ili Lewotolok di Nusa Tenggara Timur serta Gunung Banda Api di Maluku. [RN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          

LIPI Dorong Pembentukan Desa E-Commerce

Peristiwa   13 Des 2019 - 15:23 WIB
Bagikan: