Earth Hour 2019, Pemprov DKI Akan Padamkan Lampu di 7 Ikon Jakarta

TrubusNews
Astri Sofyanti
28 Mar 2019   15:30 WIB

Komentar
Earth Hour 2019, Pemprov DKI Akan Padamkan Lampu di 7 Ikon Jakarta

Ilustrasi (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tak pernah absen untuk berpartisipasi dalam pelaksanaan Earth Hour setiap tahunnya. Tahun ini, hal yang sama juga dilakukan dengan mengikutsertakan 7 ikon Kota Jakarta di aksi pemadaman listrik yang akan dilaksanakan Sabtu (30/3) mulai pukul 20.30 WIB hingga pukul 21.30 WIB.

Asisten Deputi Gubernur DKI bidang Lingkungan Hidup, Yuli Hartono mengungkapkan, Pemprov DKI Jakarta akan memadamkan listrik di tujuh titik yang menjadi ikon Kota Jakarta. 

“Ketujuh tempat tersebut yakni, Gedung Balai Kota, Patung Sudirman, Monas, Patung Kuda, Patung HI, Patung Pemuda, dan Tugu Tani. Nanti tujuh ikon ini kita padamkan listriknya selama satu jam,” jelas Yuli Hartono dalam siaran pers yang diterima Trubus.id, Kamis (28/3).

Lebih lanjut ia menjelaskan, untuk tahun ini Pemprov DKI tidak bisa mengeluarkan instruksi pemadaman listrik bagi seluruh gedung perkantoran, pusat perbelanjaan dan gedung pemerintahan. Karena pelaksanaan Earth Hour bertepatan dengan Debat Kandidat Capres dan Cawapres keempat.

"Kita akan tetap berpartisipasi. Namun, tahun ini Pemprov memang tidak mengeluarkan instruksi pemadaman listrik," paparnya.

Baca Lainnya : Earth Hour, Momen Kembalikan Hubungan Baik Manusia dengan Alam

Menurut Yuli, instruksi pemadaman dikhawatirkan bakal mengganggu acara nonton bareng (Nobar) debat pilpres. 

"Kita tidak mewajibkan itu. Tahun kemarin memang ada, tapi tahun ini tidak karena sekarang lagi ada hajatan lima tahunan, pemilu. Jangan sampai kita mengganggu acara mereka," ujarnya lagi.

Diakui Yuli, penghematan energi seharusnya tak hanya dilakukan saat Earth Hour saja. Pemprov DKI juga sudah berkomitmen untuk menjaga lingkungan dan hemat energi. Salah satunya dengan mengganti seluruh lampu penerangan jalan umum dengan lampu LED.

"Kami sudah pakai lampu LED di 325.000 titik. Itu bisa menghemat 55 persen daya listrik sehingga berdampak pada penggunaan bahan bakar fosil," tambahnya lagi.

Selain berdampak pada lingkungan, penggunaan lampu hemat energi juga berdampak pada penurunan biaya operasional. 

"Dulu kita bayar retribusi ke PLN bisa Rp550 miliar per tahun. Sekarang hanya Rp240 miliar," ungkap Yuli Hartono.

Semetara itu, Kepala Divisi Sekretaris Perusahaan PT MRT Jakarta, Muhamad Kamaluddin, mengatakan MRT Jakarta berkomitmen mendukung gerakan Earth Hour 2019 guna mengurangi dampak pemanasan global.

Baca Lainnya : Earth Hour di Jakarta, Dari Balai Kota Hingga Sudirman - Thamrin Gelap Gulita

"MRT Jakarta aktif mengajak masyarakat Indonesia untuk bersama-sama menerapkan gaya hidup ramah lingkungan contohnya dengan beralih dari kendaraan pribadi ke angkutan umum dan mengutamakan penghematan energi untuk mengurangi emisi gas rumah kaca," jelas Kamaluddin.

Hal senada juga diungkapkan oleh Direktur Utama PT Transjakarta, Agung Wicaksono. Pihaknya mengungkapkan, emisi Co2 dari transportasi berkontribusi sampai 46 persen terhadap emisi di perkotaan, apalagi kalau menggunakan kendaraan pribadi.

"TransJakarta berjuang untuk memudahkan warga naik transportasi massal dengan mengintegrasikan rute dan haltenya dengan MRT, LRT, dan KRL. Baik rute pengumpan dari kawasan pemukiman di selatan ke Lebak Bulus dan Fatmawati, maupun rute lanjutan dari MRT di tengah kota seperti Dukuh Atas dan HI. Ke depannya, bahkan electric mobility bisa menjadi pilihan untuk menekan lagi emisi, dengan melalui ujicoba terlebih dahulu," urai Agung. [RN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          

Tiga Desa di Kota Batu Terdampak Angin Kencang

Peristiwa   17 Nov 2019 - 17:06 WIB
Bagikan:          
Bagikan: