Isu Gelombang Panas Landa Indonesia adalah Hoaks, Ini Faktanya

TrubusNews
Astri Sofyanti
28 Mar 2019   12:00 WIB

Komentar
Isu Gelombang Panas Landa Indonesia adalah Hoaks, Ini Faktanya

matahari, ilustrasi (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Beredar kabar dimedia sosial terkait fenomena gelomban panas atau equinox yang melanda Indonesia membuat keresahan di kalangan masyarakat. Betapa tidak, kabarnya fenomena ini membuat suhu akan berfluktuasi sampai 40 derajat Celsius dan bisa memicu dehidrasi hingga heat stroke.

Terkait kabar yang beredar di sosial media tersebut, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dalam keterangan resminya menegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar atau hoaks.

Beredar informasi melalui media sosial yang mengatakan, terjadi gelombang panas di Malaysia, Indonesia dan sejumlah negara lainnya. Dalam informasi tersebut juga disampaikan tentang larangan mengkonsumsi air dingin dan juga merendam kaki atau tangan di air yang dingin.

Baca Lainnya: Pancaroba Tiba Lebih Awal, Kawasan Pesisir Riau Mulai Terancam Karhutla

Informasi yang beredar di kalangan masyarakat itu juga menyatakan gelombang panas dapat membahayakan nyawa masyarakat. Terkait kabar ini, Kamis (28/3), BMKG menyatakan tidak benar tentang adanya fenomena tersebut.

Berdasarkan hasil penelusuran tim subdit pengendalian konten internet Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo), gelombang panas hanya terjadi di Malaysia dan tidak berdampak ke Indonesia.

Berdasarkan informasi yang dikeluarkan BMKG, potensi suhu di Indonesia diprediksi naik pada akhir Maret, disebabkan fenomena Equinox atau gerak semu matahari melintas tepat di atas garis khatulistiwa, tapi tidak akan berdampak terhadap suhu di Indonesia.

Baca Lainnya: Mengantisipasi Serangan Hama di Musim Pancaroba, Agar Petani Tak Merana

Untuk itu, BMKG meminta masyarakat agar tidak cemas. Sebab, secara umum kondisi cuaca di wilayah Indonesia cenderung masih lembap atau basah.

Sejumlah wilayah di Indonesia saat ini sedang memasuki masa transisi atau pancaroba. Masyarakat tetap diminta mengantisipasi kondisi cuaca panas dengan meningkatkan daya tahan tubuh dan tetap menjaga kesehatan keluarga serta lingkungan

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: