Polda Jatim Amankan Komodo Hingga Kasuari dari Tangan 8 Pedagang Satwa Langka

TrubusNews
Astri Sofyanti
27 Mar 2019   21:30 WIB

Komentar
Polda Jatim Amankan Komodo Hingga Kasuari dari Tangan 8 Pedagang Satwa Langka

Anak komodo yang berhasil diamankan jajaran Direskrimsus Polda Jatim dari tangan pedagang satwa dilindungi. (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Jajaran kepolisian dari Subdit IV Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Ditreskrimsus Polda Jawa Timur berhasil mengungkap perdagangan ilegal satwa langka. Yang mengejutkan, salah satu jenis satwa dilindungi yang diperdagangkan secara ilegal ini adalah komodo (Varanus komodoensi).

Sebanyak 41 anak komodo yang sudah dijual ke luar negeri oleh jaringan ini harganya bisa mencapai Rp500 juta per ekornya. Modus penjualan satwa langka dilindungi tersebut dilakukan melalui media sosial (daring).

Baca Lainnya : Riau Jadi Tempat Favorit Penyeludupan Satwa Dilindungi ke Luar Negeri

Direskrimsus Polda Jatim, Kombes Pol Akhmad Yusep Gunawan mengatakan, dari pengungkapan itu pihaknya menangkap delapan orang tersangka jaringan internasional. Mereka berinisial MRSL, AN, VS dan RR yang merupakan warga Surabaya, AW warga Semarang, MR warga Jember, BPH dan DD warga Bodowoso.

"Kami melakukan penindakan di dua tempat di Jatim khususnya di kota Surabaya. Hewan-hewan dilindungi ini akan dikirim ke luar negeri, termasuk ditemukan lima komodo," terang Yusep melalui keterangan resminya di Surabaya, Jawa Timur, Rabu (27/3).

Selain lima Komodo, Polda Jatim mengamankan Kakatua Jambul Kuning, Kakatua Maluku, 1 ekor Kasuari, 10 Berang-berang, lima ekor Kucing Kuwuk, 7 ekor Lutung Budeng, 6 ekor Trenggiling, 1 ekor Cukbo Ekor Merah dan 1 ekor Elang Bido.

Baca Lainnya : Penyelundupan Satwa Dilindungi Senilai Rp3 Miliar Tujuan Malaysia Digagalkan

Diakui Yusep, para tersangka disinyalir mengambil hewan dilindungi yang hanya ditemukan di Pulau Komodo itu seolah merupakan hewan hasil budidaya. Yusep menambahkan, beberapa diantaranya adalah satwa yang baru dilahirkan.

"Tersangka mengambilnya dengan cara membunuh induknya, dan salah satu bukti pecahan proyektil yang kami temukan," ungkapnya lagi.

Yusep menyatakan, jaringan ini sudah berhasil mengirim satwa dilindungi sebanyak tujuh kali sepanjang tahun 2016 sampai 2019. Hingg kini, polisi juga masih memburu seorang tersangka lain yang diduga kuat terlibat dalam bisnis haram tersebut. [RN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan: