Minimalisir Kerugian, Kemendag Siapkan Skema Penyerapan Ayam Hidup dari Peternak

TrubusNews
Astri Sofyanti
27 Mar 2019   20:30 WIB

Komentar
Minimalisir Kerugian, Kemendag Siapkan Skema Penyerapan Ayam Hidup dari Peternak

Ilustrasi (Foto : Trubus.id/ Ridwan Syamsu)

Trubus.id -- Sejumlah peternak ayam yang tergabung dalam Peternak Rakyat dan Peternakan Mandiri (PRPM) mengeluhkan harga komoditas ayam hidup (live bird) di tingkat peternak yang saat ini tengah anjlok ke Kementerian Perdagangan (Kemendag).

Menanggapi keluhan mereka, Kementerian Perdagangan (Kemendag) mengakui, persoalan anjloknya harga ayam hidup (live bird) di tingkat peternak yang terus terjadi meski pemerintah telah menetapkan harga acuan, tapi pada kenyataannya keadaan terus berbanding terbalik.

Merespons hal itu, Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri, Tjahya Widayanti mengungkapkan, untuk meminimalisir kerugian para peternak, Kemendag siap menyerap pasokan ayam mereka.

Baca Lainnya : Harga Ayam Hidup Anjlok, Kemendag Gelar Pertemuan dengan Perwakilan Peternak

“Ada kewajiban Kemendag mengangkat harga sesuai acuan. Kita berusaha mengangkat dan dalam beberapa hari ini kita siapkan untuk penyerapan pasokan,” terang Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag, Tjahya Widayanti di kementerian Perdagangan, Jakarta Pusat, Rabu (27/3).

Pihaknya menegaskan, telah melakukan rapat dan membahas penyerapan ayam hidup dari peternak dengan menggandeng Asosiasi Rumah Potong Hewan (Arphuin), Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo), dan Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APBBI). 

“Peritel bersama pengelola pusat belanja akan bersama-sama menyerap daging ayam yang siap jual dari rumah potong hewan,” ujarnya.

Kendati demikian, Tjahya belum merinci berapa banyak pasokan ayam hidup yang nantinya akan diserap. “Kita sudah sepakat dengan Arphuin, Aprindo, dan APBBI untuk menyerap sesuai harga acuan. (Detail) perjanjian belum,” kata dia.

Baca Lainnya : Kerugian Petani Mandiri Akibat Anjloknya Harga Ayam Sudah Capai Rp2 Triliun

Hal ini karena, Kemendag akan melakukan intervensi dari tahapan pembelian ayam hidup. Seperti diketahui, tugas Kementerian Perdagangan hanyalah pada pengawasan dan pengaturan harga.

Setelah harga bisa diatasi, Tjahya mengungkapkan, barulah Kemendag melakukan evaluasi dinamika harga ayam yang sering kali anjlok hingga menimbulkan kerugikan bagi peternak. 

“Kita akan dalami lebih lanjut supaya kondisi begini tidak terus berulang setiap tahun. Kita sepakat dan komitmen untuk bantu mereka,” urainya. [RN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: