Sumut Ekspor Berbagai Komoditas Pertanian Senilai Rp116 Miliar

TrubusNews
Thomas Aquinus
27 Mar 2019   12:00 WIB

Komentar
Sumut Ekspor Berbagai Komoditas Pertanian Senilai Rp116 Miliar

Pelepasan ekspor komoditas pertanian dari Sumut (Foto : Trubus.id)

Trubus.id -- Sumatera Utara (Sumut) melalui PT. Sari Makmur Tunggal Mandiri mengekspor komoditas pertanian sebanyak 4.730,6 ton yang bernilai Rp116,43 miliar. Pelepasan ekspor dilakukan oleh Wakil Gubernur Sumut, Musa Rajeckshah di Jalan Kompos, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deli Serdang. 

Data Balai Besar Karantina Pertanian Belawan menyebutkan, ekspor ini terdiri dari 819,36 ton biji kopi, 170 ton kelapa parut, 270 ton gambir, 443,52 karet lempengan, 100 ton kayu manis, 234,81 ton lidi, 1736,4 ton minyak sawit, 913 ton pinang biji, 43,52 ton teh dan 148,95 ton kayu oak putih. 

Negara tujuan ekspor juga beragam, yakni Jepang, Kanada, Belgia, Meksiko, Amerika Serikat, Taiwan, Inggris, Cina, Jerman, Australia Singapura, Spanyol, Mesir dan juga negara Afrika serta Amerika Selatan.

Baca Lainnya : Jangan Salah Beli, Begini Cara Mengenali Obat Pertanian Palsu dan Asli

“Kita tentu bisa berbangga karena ekspor dari Sumut berjalan dengan baik. Kali ini kita akan melepas komoditas pertanian, sebelumnya Gubernur, Pak Edy, melepas kol di Tanah Karo. Saya juga sebelum ini melepas ekspor sarang burung walet di Bandara Internasional Kualanamu. Jadi ini yang ketiga, itu prestasi yang sangat luar biasa,” ujar Musa, Rabu (27/3).

Meski demikian, Musa menilai masih ada hal yang perlu diperhatikan, khususnya untuk petani. Sebab beberapa petani sudah mengeluhkan harga komoditas mereka. Diakuinya, saat berkunjung ke salah satu kebun setelah salat subuh, Musa berbincang dengan pengumpul lidi beberapa waktu lalu. 

“Dia (petani) tidak mengumpulkan lidi lagi karena harganya tidak masuk lagi. Padahal kalau saya lihat di data ekspor lidi cukup bagus. Jadi, saya berpikir ini di mana salahnya, mungkin ini karena mereka menjual ke tengkulak atau semacamnya,” ucap orang nomor dua di Sumut itu.

Baca Lainnya : Kebutuhan Obat Pertanian Tinggi, Brebes jadi Target Peredaran Pestisida Palsu

Oleh karena itulah, lanjut Musa, petani perlu diberi informasi mengenai harga komoditas mereka saat diekspor. Sehingga mereka tidak dipermainkan oleh tengkulak, dan mereka juga bisa diajari untuk memenuhi standar ekspor. 

“Ini perlu kita perhatikan khususnya dinas-dinas di Pemerintah Sumut, nanti kita akan cari solusinya bersama-sama,” tegasnya.

Dirjen Tanaman Pangan Kementerian RI, Sumarjo Gatot Irianto menekankan, agar ekspor dari Sumut harus meningkat satu level lagi, karena selama ini lebih sering mengekspor bahan-bahan mentah dan setengah jadi. Dia ingin kedepannya dinaikkan ke ekspor bahan olahan.

“Saya berharap kita bisa mengintensifkan ekspor kita dan naik satu kasta lagi, kita mengekspor olahannya, bukan bahan mentahnya lagi karena harganya akan lebih tinggi lagi nantinya. Selain itu, agar lebih banyak melakukan pelatihan kepada pengusaha eksportir muda agar nanti eksportir kita lebih banyak lagi karena bila pelaku lebih banyak harga akan makin baik,” sebutnya.

Baca Lainnya : Kementan Akui Sistem Pertanian di Bandung Barat Sudah Sangat Maju

Selain itu, Gatot juga mengatakan nantinya Indonesia akan mencari pasar-pasar ekspor negara lain karena persaingan di negara-negara Eropa atau negara yang sudah biasa menjadi target impor semakin sulit persaingannya.

“Untuk memperlancar ekspor, kita akan mencari negara-negara yang tidak biasa karena misalnya Eropa sudah menjadi pengimpor besar karena banyak yang ingin memasukkan barang ke sana semakin ketat peraturannya. Jadi, lebih baik kita mencari pasar lain yang peraturannya tidak serumit dan setinggi mereka,” tambahnya.

Baca Lainnya : Banjir Rendam 62 Hektare Lahan Pertanian di Bantul, Bawang Tak Terselamatkan

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Badan Karantina Pertanian Kementerian RI, Ali Jamil memperkenalkan aplikasi yang diberi nama imace, aplikasi yang update secara real time yang menyediakan data ekspor komoditas pertandian. Aplikasi ini diberikan kepada Wakil Gubernur Sumut oleh Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementerian RI. 

Menurut keterangannya, aplikasi ini diharapkan bisa menjadi pertimbangan Pemerintah Sumut dalam mengambil kebijakan soal komoditas tanaman pangan. [NN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: