Hujan Es Guyur Dua Desa di Aceh, Kok Bisa?

TrubusNews
Astri Sofyanti
27 Mar 2019   11:00 WIB

Komentar
Hujan Es Guyur Dua Desa di Aceh, Kok Bisa?

Ilustrasi butiran es dari hujan yang turun (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Dua desa di Aceh Tengah yakni Ujung Gele dan Pepalang di Kecamatan Pegasing, Selasa (26/3) diguyur hujan es yang berbentuk kristal pada pukul 15.00 WIB. Peristiwa hujan es ini juga disertai dengan angin kencang. 

Akibat hujan es disertai angin kencang tersebut, dilaporkan delapan rumah rusak akibat tertimpa pohon tumbang, beberapa rumah lainnya bagian atapnya terbang terbaa angin.

“Terdapat enam unit rumah di antaranya di Desa Pepalang ditempati pasangan suami/isteri Hasbi, keluarga Sukri, keluarga Ismail, keluarga Irwansyah, pasangan suami/isteri Ardi, dan Lina. Sedangkan sisanya dua unit rumah lagi di Desa Ujung Gele yang ditempati keluarga Sulawesi serta dua orang anaknya, dan keluarga Ika beserta isteri dan anaknya,” ujar Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), Teuku Ahmad Dadek di Banda Aceh, Rabu (27/3).

Baca Lainnya : BMKG: Curah Hujan Masih Tinggi, Banjir Bandang Susulan Masih Ancam Sentani

Merespon hal tersebut, tim reaksi cepat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tengah mendapatkan informasi dari masyarakat, langsung menuju lokasi untuk melakukan evakuasi. Pihaknya menyatakan tidak ada korban jiwa akibat fenomena tersebut.

"BPBD setempat turun ke lokasi sekaligus untuk melakukan pendataan kerusakan rumah warga, dan membantu membersihkan puing-puing atap rumah, seperti atap seng yang terbawa angin kencang," lanjutnya.

Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Aceh mengungkapkan, hujan es disertai angin kencang yang cenderung puting beliung merupakan hal biasa terjadi.

Baca Lainnya : Akibat Guyuran Hujan, Titik Panas Riau Turun Drastis

"Fenomena hidrometeorologi biasa. Bukan hal yang aneh, apalagi disangkut-pautkan dengan mistis. Terjadinya hujan es, tidak terlepas dari awan Cumulonimbus," kata Kepada Seksi Data dan Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Aceh, Zakaria Ahmad.

Lebih lanjut dirinya mengatakan, hujan berbentuk kristal-kristal berukuran kecil atau batu es kecil terjadi akibat terpenuhi beberapa syarat. 

“Ketika uap air turun menjadi hujan ketika masih berada di lapisan atmosfer. Syarat utama, yakni hujan tumbuh di dalam awan Comulonimbus, lalu memiliki dasar awan sangat rendah, dan terakhir bila di bawah permukaan awan, maka memiliki suhu sangat dingin. Jika tiga syarat tersebut sudah terpenuhi, maka besar kemungkinan akan turun hujan berbentuk butiran es," pungkasnya. [NN]
 

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: