Siaga, Gunung Karangetan Masih Berpotensi Luncurkan Guguran Lava

TrubusNews
Astri Sofyanti
26 Mar 2019   16:30 WIB

Komentar
Siaga, Gunung Karangetan Masih Berpotensi Luncurkan Guguran Lava

Erupsi Gunung Karangetan. (Foto : Doc/ BNPB)

Trubus.id -- Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana (PVMBG), Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melaporkan, Gunung Karangetan yang berada di Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro, Sulawesi Utara masih berpotensi erupsi.

Kepala Sub Bidang Mitigasi Pengamatan Gunung Berapi di Wilayah Timur, Devy Kamil Syahbana mengungkapkan, saat ini Status Gunung Karangetan masih berada di level III (siaga).

Baca Lainnya : Meski Aktivitas Vulkaniknya Sudah Menurun, Gunung Karangetan Masih Siaga

Dirinya melaporkan, teramati adanya hembusan asap setinggi 200-300 meter di masing-masing kawah, tapi itu bukan letusan. Lebih lanjut Devy mengungkapkan, saat ini juga masih terekam adanya gempa-gempa permukaan yang mengindikasikan terjadinya pertumbuhan kubah lava.

"Kita lihat lagi ke depannya, akan kita pantau apakah akan terjadi guguran lava atau tidak," terang Devy melalui siaran persnya, Selasa (26/3).

Pihaknya mengungkapkan, jika dibandingkan dengan beberapa waktu lalu guguran lava berangsur menurun, tapi tidak berhenti karena indikasi pertumbuhan kubah lava itu.

Baca Lainnya : Radius 2,5 Km dari Kawah 2 dan Kawah Utama Gunung Karangetan Masuk Zona Bahaya

Untuk itu, diakui Devy, PVMBG merekomendasikan, masyarakat ataupun wisatawan tidak direkomendasikan melakukan aktivitas apapun terlebih pendakian di dalam radius 2,3 kilometer dari kawah Gunung Karangetan khususnya bagian utara dan selatan.

Selain itu, masyarakat yang tinggal di sekitar bantaran sungai-sungai yang berhulu dari puncak Gunung Karangetang agar meningkatkan kesiapsiagaan dari potensi ancaman lahar hujan dan banjir bandang yang dapat mengalir hingga ke pantai.

“Kami sudah menganjurkan masyarakat untuk mempersiapkan masker sebagai langkah antisipasi potensi gangguan kesehatan khususnya pernapasan jika sewaktu-waktu terjadi hujan abu,” tandas Devy. [RN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Upaya Outreach Sawit Indonesia Berkelanjutan di Slowakia

Peristiwa   16 Des 2019 - 09:20 WIB
Bagikan:          
Bagikan: