Kebutuhan Obat Pertanian Tinggi, Brebes jadi Target Peredaran Pestisida Palsu

TrubusNews
Syahroni
26 Mar 2019   16:00 WIB

Komentar
Kebutuhan Obat Pertanian Tinggi, Brebes jadi Target Peredaran Pestisida Palsu

Dua pelaku pengedar pupuk dan obat pestisida palsu diamankan jajaran Polres Brebes. (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Brebes merupakan salah satu wilayah yang memiliki areal pertanian yang sangat luas. Menurut catatan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Brebes, luas areal pertanian di wilayah tersebut saat ini sudah mencapai 135.000 hektare. Dari jumlah tersebut, 30.000 hektare ditanami bawang merah. Sementara sisanya adalah areal pertanian padi.

Dengan jumlah areal pertanian seluas itu, wajar saja jika kebutuhan pupuk dan obat pertanian di Brebes cukup tinggi. Kondisi ini yang kemudian dimanfaatkan orang tak bertanggung jawab untuk mengeruk keuntungan. Caranya, dengan mengedarkan pupuk dan obat palsu seperti yang dilakukan 2 pria yang belum lama ditangkap jajaran Polres Brebes ini contohnya.

Baca Lainnya : 50 Persen Lahan Bawang Merah Rusak Akibat Kelebihan Pestisida di Brebes

Sunaryo (48), warga Trowulan, Kabupaten Mojokerto dan Syarifudin (48), warga Warungasem, Kabupaten Batang diamankan Polres Brebes karena mengedarkan pupuk dan obat pestisida palsu. Dari tangan mereka, polisi menyita 1.031 botol kemasan pupuk dan obat palsu dengan berbagai merek.

Kasat Reskrim Polres Brebes, AKP Tri Agung Suryomicho mengatakan, pengungkapan bermula dari laporan para petani yang mengaku produk yang mereka beli tak memberi hasil yang memuaskan.

"Dari pengaduan ini kami tindaklanjuti dan akhirnya ditangkap dua pelaku ini berikut 1.031 botol obat palsu dan mobil," terang Tri Agung di Mapolres Brebes, Selasa (26/3).

Tri menambahkan, kedua pelaku membeli produk-produk palsu tersebut dari seorang suplier di Bandung. Mereka kemudian menjualnya di Brebes dengan selisih harga antara produk yang asli dengan palsu terpaut 20 sampai 30 persen dari harga jual. Keduanya kemudian diringkus 19 Februari silam di Desa Sitanggal Kecamatan Larangan.

Baca Lainnya : Keterlaluan, Bantuan Bibit Bawang Merah di Brebes Dikorupsi

Mereka kemudian dijerat pasal 62 ayat 1 jo Pasal 8 ayat 1(e) UU RI Nomor 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen dan pasal 60 ayat 1 (g) ayat 2 jo Pasal 38 ayat 1 UU Nomor 12 Tahun 1992 tentang sistem budidaya tanaman dan atau pasal 100 ayat 1 UU Nomor 20 tahun 2016 tentang merk dan indikasi geografis. Ancaman hukuman bagi mereka adalah 7 tahun penjara.

Daftar pupuk dan obat pestisida yang diamankan dari tangan pelaku: 

  1. 764 botol obat merek Roundup ukuran 200 ml;
  2. 36 botol merek Score ukuran 80 ml;
  3. 5 botol merek Score ukuran 250 ml;
  4. 22 botol merek Amnistar Top ukuran 100 ml; 
  5. 78 botol merek Tenano ukuran 100 ml;
  6. 21 botol merek Protek ukuran 100 ml;
  7. 32 botol merek Regent ukuran 100 ml; 
  8. 73 botol merek Dharnasan ukuran 100 ml;

  1


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          

Tiga Desa di Kota Batu Terdampak Angin Kencang

Peristiwa   17 Nov 2019 - 17:06 WIB
Bagikan:          
Bagikan: