Siaga Rabies, Walikota Sukabumi Keluarkan Surat Edaran

TrubusNews
Astri Sofyanti
25 Mar 2019   10:45 WIB

Komentar
Siaga Rabies, Walikota Sukabumi Keluarkan Surat Edaran

Vaksin anjing, ilustrasi (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Walikota Sukabumi Achmad Fahmi mengeluarkan surat edaran kepada seluruh satuan perangkat daerah (SKPD), lurah, camat, klinik hewan swasta, komunitas pecinta hewan hingga segenap lapisan masyarakat di Sukabumi, Jawa Barat untuk mewaspadai penyebaran virus rabies.

Surat edaran tersebut menyusul adanya kejadian luar biasa (KLB) rabies di Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB) yang menyebabkan korban jiwa sebanyak lima orang.

Untuk itu Fahmi meminta seluruh lapisan masyarakat khususnya di Sukabumi untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap wabah rabies.

“Kami terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat dan akan melaksanaan vaksinasi terhadap hewan pembawa virus rabies,” terang Achmad Fahmi di Sukabumi, Senin (25/3).

Sejumlah hewan yang berisiko tularkan virus rabies meliputi, anjing, kucing, kera hingga kalelawar.

Lebih lanjut, Fahmi mengungkapkan, tata cara pemeliharaan hewan penular rabies (HPR) yang benar adalah dengan cara diikat atau dikandangkan, terutama pada anjing. 

Selain itu diakuinya, ketika seseorang menemukan anjing liar atau diliarkan yang mencurigakan tertular penyakit rabies, segeralah dilaporkan kepada petugas peternakan dan kesehatan hewan Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Sukabumi.

“Warga Sukabumi bisa menghubungi melalui sambungan telepon Nomor 0266 222186 atau melalui handphone nomor 0852 8076 9330. Laporan ini untuk secepatnya ditindaklanjuti dan dilakukan pencegahan penyebaran penyakit rabiesnya,” lanjut Fahmi.

Lebih lanjut pihaknya mengatakan, untuk masyarakat pemilik HPR anjing, kucing dan kera, agar secara rutin melakukan vaksinasi rabies minimal satu tahun sekali. Apabila ada anjing liar atau berkeliaran di tempat umum dan anjing tersebut tidak ada pemiliknya, wajib dilakukan eliminasi oleh petugas dari Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan DKP3 Kota Sukabumi.

Hal ini bertujuan untuk melakukan pencegahan penyebaran penyakit rabies. Upaya lainnya yang harus dilakukan adalah dengan mengimbau seluruh lapisan masyarakat, agar menghindari gigitan hewan penular rabies, serta melakukan tindakan pertolongan pertama pada gigitan apabila terjadi kasus gigitan.

“Pertolongan pertama yang dilakukan ketika tergigit hewan berisiko pembawa rabies, dengan cara mencuci luka bekas gigitan dengan air mengalir dan memakai sabun selama 10 sampai dengan 5 menit, serta diberi alkohol atau yodium. Selanjutnya, segera ke puskesmas atau ke rumah sakit yang ditunjuk sebagai Rabies Center, yakni Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Al-Mulk Kota Sukabumi, untuk mendapatkan tindakan dan penanganan lebih lanjut,” urai Fahmi.

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: