Saat Air Tak Terserap Bumi Karena Hutan Terlalu Dieksploitasi, Petaka Menimpa Sentani

TrubusNews
Syahroni | Followers 2
22 Mar 2019   20:15

Komentar
Saat Air Tak Terserap Bumi Karena Hutan Terlalu Dieksploitasi, Petaka Menimpa Sentani

Banjir bandang di Sentani terjadi karena rusaknya ekosistem Gunung Cycloop. (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Air merupakan kebutuhan vital bagi kehidupan manusia dan makhluk hidup lainnya di muka bumi. Seperti halnya oksigen, pentingnya peran air seringkali tidak disadari karena pada umumnya air merupakan barang yang mudah didapat di alam dan tersedia dalam jumlah yang melimpah.

Aktivitas manusia dapat dipastikan tidak bisa terlepas dari keberadaan air. Pentingnya peran air tergambar pula pada kenyataan sejarah, di mana pusat-pusat peradaban manusia dimasa lalu selalu berkembang di daerah yang berdekatan dengan sumber air.

Dengan pengelolaan yang baik, air memiliki sejuta manfaat bagi manusia. Namun demikian, jika salah dalam penanganan, bukan tidak mungkin air justru membawa bencana. Sebagai contoh, ketika pengelolaan daerah resapan tidak dikelola dengan baik, bencana bisa saja terjadi.

Belum lepas dalam ingatan saat hujan deras yang mengguyur Kabupaten Jayapura, menyebabkan banjir bandang di Kecamatan Sentani, Sabtu (16/3) malam lalu. Curahan air dengan jumlah yang tak terkira meluluh lantakan apapun yang berada di sepanjang alirannya.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebut, 9 kelurahan di Kecamatan Sentani terdampak bencana itu. Banjir masuk ke rumah-rumah warga dan rumah sakit. Jalan berubah menjadi aliran permukaan yang deras.

Tak hanya merusak rumah, BNPB juga mencatat korban tewas akibat banjir bandang di Sentani, Jayapura hingga Jumat (22/3) sudah mencapai  112 jiwa. Sementara itu, 94 warga lainnya juga dinyatakan masih hilang.

Belakangan terungkap, banjir bandang di Sentani terjadi bukan hanya karena semata-mata tinggi curah hujan. Daerah resapan di Cagar Alam Gunung Cycloop yang sudah rusak yang dituding jadi penyebabnya.

Kepala Pusat data dan Informasi Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho ketika jumpa pers di Gedung BNPB Jakarta, Minggu (17/3) lalu menyebut, kerusakan hutan di Gunung Cycloop sudah berlangsung sejak lama.

Daerah pegunungan yang harusnya menjadi hutan sebagai daerah resapan dan penahan longsor malah disulap menjadi ladang dan kebun. Hasilnya, saat hujan deras longsor gampang terjadi.

Sutopo menjelaskan, pada 12 tahun lalu silam, banjir serupa sempat terjadi. Banjir pada kala itu juga menimbulkan korban jiwa.

  1


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Fransiska Lie 22 Mar 2019 - 21:30

Minimal Depo 20rb & WD 50rb BBM : areatoto hanya di WWWoAREATOTOoPRO

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: