Usai Lihat Importir Tanam Bawang Putih, Muslim Arbi Akui Dirinya Gelap Informasi

TrubusNews
Syahroni
22 Mar 2019   20:00 WIB

Komentar
Usai Lihat Importir Tanam Bawang Putih, Muslim Arbi Akui Dirinya Gelap Informasi

Ketua Asosiasi Hortikultura Indonesia, Anton Muslim Arbi. (Foto : Doc/ Kementan RI)

Trubus.id -- Tudingan yang dilontarkan Ketua Asosiasi Hortikultura Indonesia, Anton Muslim Arbi di berbagai media yang menyebut tidak ada improtir yang melaksanakan kwajiban tanam bawang putih akhirnya terbantahkan. Muslim Arbi sendiri telah mengakui kekeliruannya itu usai menyaksikan secara langsung program tanam bawang putih oleh importir di daerah Temanggung, Jawa Tengah, Jumat (22/3).

"Jujur saya akui pernyataan tersebut keluar karena saya masih ‘gelap’ informasi terkait pelaksanaan program wajib tanam importir ini. Saya hanya mendasarkan informasi sepihak dari beberapa anggota asosiasi. Setelah saya melihat langsung kondisi lapangan di daerah Temanggung, apa yang saya sangkakan itu ternyata salah. Saya minta maaf," demikian ujar Muslim Arbi di Temanggung, Jumat (22/3).

Ia menegaskan, setelah menyaksikan secara langsung, ternyata sudah banyak importir yang benar-benar melaksanakan wajib tanam di Temanggung dan sekitarnya. Dengan begitu, ia menjadi optimis Indonesia nantinya bisa swasembada.

Baca Lainnya : Kementan: Sudah Banyak Importir Lunasi Wajib Tanam Bawang Putih

"Terus terang awalnya saya juga ragu dengan program wajib tanam bawang putih ini bisa jalan. Begitu saya menyaksikan sendiri di lapangan dan mendapat penjelasan dari teman-teman Ditjen Hortikultura Kementan, saya jadi yakin dan optimis program ini bisa dilaksanakan. Semangatnya juga bagus dan mulia," tegasnya.

Namun demikian, Muslim Arbi meminta pemerintah untuk meningkatkan pengawasan dan pembinaan di lapangan. Sebab, bagaimanapun tabiat asli importir itu adalah sebagai pedagang sehingga membutuhkan bimbingan dan fasilitasi agar mereka mampu melaksanakan kewajibannya sesuai dengan ketentuan yang telah diberlakukan.

"Kemitraan dengan petani bagus, harus tetap perlu diawasi agar berjalan sesuai yang disepakati kedua belah pihak," katanya lagi.

Dia juga menghimbau anggota asosiasinya yang juga menjadi importir bawang putih, agar menjalankan aturan ini dengan konsisten. Tanam saja sesuai ketentuan dan penuhi target produksi 5%, karena semangat program ini untuk membangkitkan kedaulatan pangan nasional kita khususnya bawang putih. 

"Masa negara sebesar dan sesubur ini bawang putihnya 96% impor. Harus kita kurangi ketergantungan ini," tukas Muslim Arbi.

Terpisah, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Temanggung, M Amin Masrik Zuhdi usai panen bawang putih di Tlogomulyo, Temanggung Jumat (22/3) menegaskan, kini sudah banyak importir yang menjalin kemitraan dengan petani setempat untuk melaksanakan kewajiban tanam bawang putih. Ada puluhan importir yang sudah tanam di Temanggung. 

Baca Lainnya : Dinas Pertanian Wonosobo Undang Importir Tanam Bawang Putih di Lahan Seluas 3.750 Hektare 

"Kami akui peran importir sangat positif, terutama mendorong semangat petani tanam bawang putih. Saat ini ribuan hektar bawang putih tertanam di Tamanggung baik dari APBN, swadaya maupun kemitraan importir," tegasnya.

Bahkan, lanjut Amin, beberapa importir sudah naik kelas. Sebab tak hanya tanam bawang putih tapi juga menyerap hasil panen petani dan mengolahnya menjadi benih. "Ini luar biasa. Silakan saja bagi yang masih ragu dengan kebijakan wajib tanam ini untuk belajar dan menyaksikan langsung ke Temanggung," ucapnya.

Sementara itu, Henry, salah satu importir yang bermitra dengan petani di Desa Sigedong Kecamatan Tretep Temanggung mengatakan, pihaknya telah melaksanakan kewajiban tanam sesuai ketentuan dan anjuran pemerintah. Dirinya juga mengaku dukungan Kementerian Pertanian sangat dirasakannya. 

“Kami sangat merasakan peran Kementan dalam membimbing para importir melaksanakan wajib tanam ini, mulai dari informasi lokasi, benih, kelompok, tatacara budidaya hingga administrasinya. Awalnya saya sempat menyangka akan dibiarkan begitu saja, ternyata kami dituntun dan dibantu," akui dia. [RN]

 

  1


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          

Jokowi Perintahkan Perkuat Ekonomi Desa di Tengah Pandemi

Peristiwa   25 Sep 2020 - 09:39 WIB
Bagikan:          
Bagikan: