Menilik Sejarah Hari Air Sedunia, Pentingnya Akses Air Bersih Bagi Penduduk Bumi

TrubusNews
Astri Sofyanti
22 Mar 2019   11:00 WIB

Komentar
Menilik Sejarah Hari Air Sedunia, Pentingnya Akses Air Bersih Bagi Penduduk Bumi

Ilustrasi (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Air tentunya tidak lepas dari kehidupan, baik untuk manusia, hewan, tanaman, bahkan untuk bumi kita. Setiap tanggal 22 Maret, Masyarakat dunia memperingati sebagai Hari Air Sedunia (World Water Day). Tujuan diperingatinya Hari Air Sedunia adalah untuk mendedikasikan dan mengapresiasi betapa pentingnya keberadaan air bersih bagi seluruh penduduk bumi.

Hari Air Dunia merupakan perayaan tahunan yang sekaligus menarik perhatian masyarakat global. Ditengah ancaman kerusakan lingkungan yang menghantui saat ini, masyarakat kembali diingatkan pentingnya air bagi kehidupan dan penyadaran untuk pengelolaan sumber-sumber air bersih yang berkelanjutan.

Ide peringatan Hari Air Dunia atau World Water Day sendiri secara resmi diumumkan pada acara Sidang Umum Persatuan Bangsa Bangsa (PBB) pada 22 Desember 1992 di kota Rio de Janeiro, Brasil. Hingga akhirnya Hari Air Dunia mulai diperiganti dejak tahun 1993.

Baca Lainnya : Hari Air Dunia: Menteri PUPR Ajak Milenial Aktif Jaga Lingkungan dan Air

Hari Air Dunia mulai diperingati dalam rangka memotivasi publik agar memberikan dukungan dalam konservasi air dengan mengurangi penggunaan keran air sepanjang hari.

Momentum perayaan Hari Air Dunia ini bisa menjadi kesempatan bagi seluruh lapisan masyarakat untuk lebih meningkatkan kesadaran mengenai fakta tentang masalah yang berbasis air.

Namun tahukah kamu, bahwa sampai saat ini satu dari sembilan orang atau 2,1 miliar penduduk dunia masih kesulitan mendapatkan akses air bersih.

Baca Lainnya : Tercemar Limbah Cair, Air dari 13 Sungai di Jakarta Tak Bisa Diolah jadi Air Bersih

Momentum ini juga sekaligus mengajak penduduk bumi untuk lebih mencintai dan menjaga lingkungan. Manusia diajak untuk lebih banyak menanam pohon agar hutan kembali hijau, sehingga kerusakan lingkungan bisa ditekan, cara ini juga efektif untuk memurnikan kembali air kerusakan ekosistem.

Jika cara ini dilakukan, ketersediaan air akan kembali melimpah sehingga penduduk bumi tak lagi mengalami krisis air bersih untuk keberlangsungan hidup. [NN]

 

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan: