Tercemar Limbah Cair, Air dari 13 Sungai di Jakarta Tak Bisa Diolah jadi Air Bersih

TrubusNews
Syahroni
21 Mar 2019   21:30 WIB

Komentar
Tercemar Limbah Cair, Air dari 13 Sungai di Jakarta Tak Bisa Diolah jadi Air Bersih

Air dari 13 sungai di Jakarta belum ada yang bisa diolah jadi air bersih. (Foto : Trubus.id/ Hadi Nugroho)

Trubus.id -- Kongres Sungai Indonesia (KSI) ke 4 digelar di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur sejak Kamis (21/3) hingga Minggu (24/3). Dalam acara itu, turut dilibatkan berbagai instansi pemerintah, swasta, perguruan tinggi, komunitas dan media. 

Di hari pertama kongres, perwakilan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Yuli Hartono selaku Asisten Deputi Gubernur Bidang Lingkungan Hidup Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, berkesempatan memaparkan kondisi sungai yang melintas di wilayahnya.

Baca Lainnya : Gubernur DKI Ungkap Pentingnya Sungai Citarum Bagi Warga Jakarta

Ia mengatakan, saat ini dari 13 sungai yang mengalir di Ibu Kota, belum satupun yang bisa dimanfaatkan menjadi sumber air baku utama untuk diolah menjadi air bersih guna memenuhi kebutuhan warga Jakarta. Kondisi ini terjadi karena air di 13 sungai tersebut sudah tercemar limbah cair. Sementara Instalasi Pengolahan Limbah (IPAL) belum memadai.

"Instalasi pengolahan air limbah hanya ada di Setiabudi, dan cakupannya masih di bawah lima persen dari seluruh limbah cair di Jakarta," kata Yuli di hari pertama acara Kongres Sungai Indonesia, Kamis (21/3).

Baca Lainnya : 61 Persen Sungai di Jakarta Tercemar, Gubernur DKI Instruksikan Mitigasi

Ia menjelaskan, limbah yang mencemari aliran sungai-sungai yang mengalir ke Jakarta bersumber dari wilayah hulu seperti Bogor. Padahal airnya mengalir ke Jakarta, yang artinya ada jutaan rumah yang membuang air cucian, air limbah domestik, air sisa makanan, minyak, oli, ke sungai tanpa diolah.

Pemprov DKI Jakarta, dalam hal ini, merasakan pentingnya memperbaiki kualitas air sungai mengingat Jakarta adalah Ibu Kota negara. Untuk itu ada kerjasama dengan Japan International Cooperation Agency (JICA) yang akan membangun system pengelolaan air limbah terpadu, Jakarta Sewerage System, yang tersebar di 15 zona, yang diawali di kawasan Pluit dan Duri Kosambi. [RN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: