Keren, Petani di Kabupaten Bandung Barat Mampu Produksi Paprika Kelas Dunia

TrubusNews
Astri Sofyanti
21 Mar 2019   19:30 WIB

Komentar
Keren, Petani di Kabupaten Bandung Barat Mampu Produksi Paprika Kelas Dunia

Mentan Amran (kanan) bersama petani paprika sukses asal Bandung Barat, Deden Wahyu. (Foto : Doc/ Kementan RI)

Trubus.id -- Paprika menjadi salah satu komoditas unggul yang potensial untuk dikembangkan. Potensi ini muncul karena sayuran yang berasal dari Amerika Selatan dan Amerika Tengah ini juga bisa dikembangkan di daerah tropis dan subtropis.

Berbicara soal komoditas paprika, di Jawa Barat, salah satu wilayah sentra paprika adalah di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. Kabupaten Bandung Barat ternyata sangat potensial mengembangkan komoditas sayuran dengan harga yang cukup mahal ini. Hal ini terbukti dari produktifitas paprika di wilayah tersebut yang semakin tinggi.

Baca Lainnya : Mentan Lepas Ekspor Komoditas Hortikultura dan Salurkan Bantuan ke Petani Bandung Barat

Bahkan hari ini, Kamis (21/3), Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman melepas ekspor paprika sebanyak 84 ton ke Singapura. Kontribusi Kabupaten Bandung Barat melakukan impor paprika ini disambut baik dan diapresiasi oleh Mentan Amran.

“Hari ini kita melepas ekspor paprika ke Singapura sebanyak 84 ton,” terang Amran saat ditemui Trubus.id di sela-sela kegiatan Apresiasi dan Sinkronisasi Program Kementerian Pertanian 2019 di komplek pemerintah Kabupaten Bandung Barat, Kamis (21/3).

Salah satu kelompok tani yang sukses mengembangkan paprika untuk go internasional adalah Kelompok Tani Dewa Family. Deden Wahyu, Ketua Kelompok Tani Dewa Family ini mengungkapkan bahwa dirinya mulai mengembangkan paprika sejak tahun 1997. Diakui Deden, saat ini dirinya memiliki enam hektare lahan budiaya paprika di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat.

Baca Lainnya : Kementan Akui Sistem Pertanian di Bandung Barat Sudah Sangat Maju

“Satu hari kita bisa menghasilkan 2 ton paprika, jadi dalam satu bulan kita mampu menghasilkan sebanyak 60 ton,” ujar Deden kepada Trubus.id di kesempatan yang sama.

Lebih lanjut Deden menjelaskan bahwa setiap bulannya rata-rata paprika yang diekspor mencapai 10 ton. Untuk komoditas paprika yang akan di ekspor, harga paprika sekitar Rp25.000 per kilogram. Deden mengatakan komoditas paprika yang diekspor adalah paprika yang berwarna merah, kuning dan hijau. Sementara untuk lokal, diakui Deden harganya bisa mencapai Rp50.000 per kilogram ketika masuk ke supermarket.

"Sementara paprika yang berwarna eksotis ungu, hitam dan putih harganya bisa mencapai Rp70.000 per kilogram," tambah Deden

Merespon hal tersebut Bupati Kabupaten Bandung Barat, Aa Umbara Sutisna juga mendorong petani di Kabupaten Bandung Barat untuk lebih mengembangkan komoditas pertanian ekspor.

“Banyak petani di Kabupaten Bandung ini mengekspor hasil panennya sendiri secara mandiri,” ungkap Umbara. [RN]

 

 

 

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan: