Kementan Akui Sistem Pertanian di Bandung Barat Sudah Sangat Maju

TrubusNews
Astri Sofyanti
21 Mar 2019   15:00 WIB

Komentar
Kementan Akui Sistem Pertanian di Bandung Barat Sudah Sangat Maju

Mentan amran (tengah), Dirjen hortikultura Suwandi (kiri) dan Bupati Bandung Barat Aa Umbara (kanan) saat bertemu dengan ribuan petani, Kamis (21/3). (Foto : Trubus.id/ Astri Sofyanti)

Trubus.id -- Sebagai salah satu upaya mendorong pendapatan dan kesejahteraan petani, Menteri Pertanian (Mentan) RI, Andi Amran Sulaiman dalam kunjungan kerjanya ke Kabupaten Bandung Barat menyempatkan diri menemui lebih dari 5.000 petani Se-Kabupaten Bandung Barat, Kamis (21/3).

Merespon hal tersebut, Bupati Bandung Barat, Aa Umbara Sutisna mengungkapkan apresiasinya dan terima kasih atas kunjungan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman ke Kabupaten Bandung. Ia menyebut, kesempatan bertemu Mentan merupakan sebuah kebanggaan bagi petani khususnya di Bandung Barat. 

Baca Lainnya : Mentan Lepas Ekspor Komoditas Hortikultura dan Salurkan Bantuan ke Petani Bandung Barat

"Kami sangat berterima kasih atas kehadiran Bapak Menteri bisa bertemu dengan petani di Kabupaten Bandung Barat," ujar Aa.

Bupati Bandung Barat menyebutkan, di wilayahnya kini sudah banyak petani yang mandiri dan berhasil meraih kesuksesan berkat bantuan dari Kementan.

"Mereka tidak hanya bertani, tapi juga langsung ekspor sendiri. Ada petani kami namanya Pak Ulus, sangat berhasil sampai dapat penghargaan dari FAO," ujar Aa lagi.

Baca Lainnya : Kementan Dorong Petani Teh Jawa Barat Tingkatkan Korporasi dengan Swasta dan BUMN

Turut hadir dalam kegiatan Apresiasi dan Sinkronisasi Program Kementerian Pertanian 2019, Direktur Jenderal Hortikultura Suwandi. Di kesempatan itu Suwandi menjelaskan bahwa jenis sayuran, tanaman hias dan buah yang ada di Bandung Barat sangat melimpah. Diakui Suwandi, saat ini pengelolaan sistem pertanian di Kabupaten Bandung Barat sudah maju.

"Banyak petani di Bandung Barat mulai menggunakan green house, sreen house, ranch shelter dengan komoditas khusus untuk memenuhi supermarket dan ekspor. Bahkan ada teknologi komputerisasi untuk proses usaha tani dan mengontrol pertanaman," urainya. [RN]

  1


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan: