Restorasi Lahan Gambut di Kalimantan Barat Capai 42.755 hektare

TrubusNews
Binsar Marulitua | Followers 0
21 Mar 2019   16:00

Komentar
Restorasi Lahan Gambut di Kalimantan Barat Capai 42.755 hektare

Karhutla (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Badan Restorasi Gambut (BRG) melaporkan upaya aktif restorasi ekosistem gambut melalui kegiatan pembasahan kembali telah mencapai seluas 42.755 hektare di Kalimantan Barat. Tetapi, hal tersebut belum menjamin kebakaran hutan tidak bisa terulang kembali.

"Pembahasan ekosistem gambut upaya awal mencegah kebakaran, namun tetap harus waspada karena masih berpotensi terjadi," kata Deputi Bidang Edukasi, Sosial, Partisipasi dan Kemitraan Badan Restorasi Gambut (BRG), Myrna A Safitri.

Myrna menjelaskan kerusakan gambut yang sangat parah memerlukan waktu panjang untuk pemulihan karena gambut  belum sepenuhnya kembali pada kondisi semula.

Deputi Bidang Perencanaan dan Kerjasama BRG, Budi Wardhana menjelaskan luas kebakaran lahan gambut di area target restorasi gambut BRG berkurang dari sebelumnya 26.664 hektare tahun 2015, turun menjadi 2.599 hektare tahun 2019," katanya. 

Baca Lainnya: Bahaya, 165 Titik Api Terdeteksi di Riau dan 107 Berpotensi Karhutla

Menurut dia, PIPG (Pembangunan Infrastruktur Pembahasan Gambut) yang dibangun oleh BRG dan mitra berhasil menurunkan titik panas secara signifikan. Di Kalbar BRG, pemda dan mitra LSM telah membangun PIPG sejak tahun 2016 hingga 2018 telah membangun sebanyak 326 unit sumur bor, dan 419 unit sekat kanal.

Selain itu, juga dilakukan kegiatan pemberdayaan masyarakat melalui program Desa Peduli Gambut (DPG) sejak 2017 - 2018, oleh BRG bersama mitra pada 31 desa/kelurahan yang ada di Kabupaten Kubu Raya, Mempawah, Kayong Utara dan Sambas, katanya.

Ketua Tim Restorasi Gambut Daerah Provinsi Kalbar, Adi Yani mengatakan, upaya restorasi lahan gambut di Kalbar dengan melibatkan masyarakat hingga di tingkat desa.

"Salah satu bentuknya, yakni pengembangan kapasitas dan ekonomi masyarakat desa dengan 19 paket revitalisasi ekonomi berupa peternakan dan perikanan yang telah didistribusikan di Kalbar," ujarnya.

Baca Lainnya: BMKG Kembali Deteksi 86 Titik Panas Terindikasi Karhutla di Riau

Menurut dia, untuk memantau kinerja intervensi PIPG yang telah dibangun, BRG bersama mitra mengembangkan teknologi pemantauan tinggi muka air (TMA) di lahan gambut secara realtime melalui sistem pemantauan air lahan gambut (Sipalaga).

"Hingga Desember 2018, telah terpasang 12 unit alat pemantau TMA di Kalbar, alat tersebut akan merekam parameter tinggi muka air, kelembaban tanah dan curah hujan per 10 menit datanya dikirim ke server," ujarnya.

Dia berharap tahun 2019 seluruh elemen masyarakat dan pelaku usaha berkomitmen untuk terus menjaga ekosistem gambut di Kalbar, sehingga bencana kebakaran lahan gambut di Kalbar yang menimbulkan bencana kabut asap tidak perlu terulang.

"Terkait restorasi gambut di lahan konsesi, BRG sesuai tugasnya melakukan asistensi teknis kepada perusahaan sawit agar dapat menjalankan restorasi hidrologi sesuai peraturan," kata Adriani.

  1


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


jesica oktavia 21 Mar 2019 - 19:35

Minimal Depo 20rb & WD 50rb BBM : areatoto hanya di WWWoAREATOTOoPRO

Artikel Terkait

Bagikan: