Sungai Sentani Meluap lagi, 2.764 KK Masih Terjebak di Pengungsian

TrubusNews
Astri Sofyanti
21 Mar 2019   09:05 WIB

Komentar
Sungai Sentani Meluap lagi, 2.764 KK Masih Terjebak di Pengungsian

Sungai Sentani yang meluap (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Bencana banjir bandang akibat meluapnya Sungai Sentani yang berada di Kabupaten Jayapura beberapa waktu lalu mengakibatkan ribuan rumah warga terdampak. Meluapnya air Danau Sentani yang naik setinggi 2 meter secara tiba-tiba membuat ribuan kepala keluarga yang tinggal di pinggiran kawasan Danau Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua terpaksa harus mengungsi ke tempat yang aman.

Berdasarkan data yang dihimpun di lapangan, sebanyak 2.764 kepala keluarga (KK) yang bermukim di bantaran Danau Sentani, Kabupaten Jayapura, masih belum bisa kembali kerumah. Sebab, sampai hari ini Sungai Sentani masih meluap akibat curah hujan tinggi.

“Banjir itu juga menjadikan Danau Sentani sebagai tempat sampah termasuk tempat berserakannya mayat dari Kota Sentani. Kini, Danau Sentani dipenuhi sampah dari segala jenis sehingga air danau sudah tak bisa lagi dikonsumsi masyarakat danau,” ungkap Bupati Jayapura Mathius Awoitauw, saat meninjau kampung Putali di tengah Sungai Sentani, Kamis (21/3).

Saat ini, menurut Mathius Awoitauw, para korban dan pengungsi sangat membutuhkan air bersih. "Kejadian itu, akhirnya membuat masyarakat di pinggir danau mengungsi ke gereja dari 24 Kampung di 4 distrik tersebut,” katanya.

Lebih lanjut Mathius mengatakan, peristiwa banjir bandang seperti ini tak pernah terjadi dalam sejarah orang Sentani, terlebih di Sungai Sentani.

Dikatakan Mathius, sampai saat ini intensitas hujan masih tinggi, sehingga volume air semakin bertambah.

"Tingginya curah hujan yang terjadi saat ini menyebabkan air sungai Sentani akan semakin naik dan tentunya itu akan memperparah rumah warga, Maka saya keliling di semua lokasi di Danau Sentani untuk melihat dukungan logistik. Kenyataannya dukungan logistik kurang lancar, hal ini akan dikomunikasi dengan tim penanggulangan bencana banjir bandang di Posko Induk,” tambahnya.

Ia mengungkapkan, masyarakat saat ini membutuhkan tenda, air bersih, listrik, termasuk selimut dan kebutuhan bagi anak-anak dan bayi.

"Untuk memenuhi hal itu, relawan gereja di sini siap bekerjasama dengan tim penanggulangab bencana banjir bandang,” tandasnya.

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Presiden Jokowi Siapkan Labuan Bajo untuk Pertemuan G20

Peristiwa   20 Jan 2020 - 17:21 WIB
Bagikan:          
Bagikan: