Waspada Penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku, Impor Daging Kerbau Asal India Diperketat

TrubusNews
Syahroni
20 Mar 2019   22:00 WIB

Komentar
Waspada Penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku, Impor Daging Kerbau Asal India Diperketat

Ilustrasi (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Sejumlah media massa di India melaporkan terjadinya serangan wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) pada ratusan ternak sapi dan kerbau di setidaknya tiga negara bagian, yakni Rajashtan, Punjab dan Uttar Pradesh sejak akhir Desember 2018.

Kondisi ini tentunya memicu kekhawatiran di Indonesia. Sebagaimana diketahui, pemerintah tahun ini membuka keran impor daging kerbau sebanyak 100 ribu ton. Perum Bulog ditunjuk sebagai importir tunggal dan ditugaskan untuk mengeksekusi kuota tersebut hingga akhir tahun.

Dikonfirmasi, Kepala Bagian Humas Perum Bulog, Teguh Firmansyah, mengatakan, hingga saat ini belum ada daging kerbau beku dari India yang masuk. Namun, proses kontrak antara Bulog dan eksportir di India sudah selesai.

Baca Lainnya : Kebijakan Impor Daging Kerbau 100 Ribu Ton Ditolak Peternak

Menanggapi kondisi ini, Kementerian Pertanian (Kementan) RI sendiri mengaku akan memperketat masuknya daging beku asal India. Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan, I Ketut Diarmita mengatakan, Kementan saat ini telah meminta klarifikasi terkait langkah-langkah yang diambil otoritas kesehatan berwenang di India dalam menangani kejadian tersebut.

Pemerintah India pun menyatakan daging kerbau beku yang dieskpor ke Indonesia dipastikan terbebas dari penyakit mulut dan kuku. Namun, Kementerian Pertanian RI belum mengamini dan akan segera mengirim tim surveilans ke India dalam waktu dekat.

"Saya tidak percaya begitu saja. Tapi, saya berkesimpulan dengan Komisi Ahli untuk mengirim tim audit ke India sesegera mungkin untuk memastikan bahwa itu aman," kata Ketut, Rabu (20/3).

Baca Lainnya : Antisipasi Permintaan Tinggi Bulog Sumut Nyetok Daging Kerbau Beku

Menurutnya, mitigasi penyebaran PMK tidak bisa dianggap remeh sehingga seluruh pasokan daging kerbau impor yang masuk wajib diawasi ketat. Mitigasi penyebaran virus juga akan memudahkan penanganan oleh Kementan jikalau terjadi penemuan kasus PMK di Indonesia. Oleh sebab itu, Kementan juga melakukan evaluasi menyeluruh keberjalanan impor daging kerbau yang telah dibuka sejak 2016 silam.

Ketut mengatakan, pemerintah akan mengambil langkah-langkah yang mengacu pada peraturan perundang-undangan yang berlaku. Meski demikian, Ketut mengatakan, sementara ini Komisi Ahli berpandangan, risiko virus PMK terbawa ke Indonesia sangat kecil. Sebab, Indonesia sudah menerapkan persyaratan ketat sesuai dengan pedoman dari Badan Kesehatan Hewan Dunia (OIE) dan aturan di Indonesia. [RN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: