Kementan Dorong Petani Teh Jawa Barat Tingkatkan Korporasi dengan Swasta dan BUMN

TrubusNews
Astri Sofyanti
20 Mar 2019   20:00 WIB

Komentar
Kementan Dorong Petani Teh Jawa Barat Tingkatkan Korporasi dengan Swasta dan BUMN

Dirjen Perkebunan Kementan, Kadis Subagyono. (Foto : Trubus.id/ Astri Sofyanti)

Trubus.id -- Kementerian Pertanian (Kementan) terus berupaya mengembangkan komoditas teh di tanah air untuk menjadi komoditas unggulan seperti kopi. Salah satu caranya dengan mendorong petani teh di Jawa Barat untuk meningkatkan korporasi, baik dengan pihak swasta ataupun Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Mendorong petani teh di Jawa Barat untuk bisa berkorporasi, Dirjen Perkebunan, Kementerian Pertanian, Kadis Subagyono mengungkapkan, bisa menjadi cara untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan para petani itu sendiri. 

Sebagai informasi, secara nasional produksi teh terbesar ada di Jawa Barat (Jabar), sehingga potensi perkebunan teh di Jabar diakui Kadis sangat besar dan potensial untuk lebih dikembangkan.

Baca Lainnya : Mentan Lepas Ekspor 30 Ton Teh Hitam dan 14 Juta Stek Bunga Krisan Asal Cianjur

"Berdasarkan data nasional, produksi teh di Jawa Barat mencapai 140 ribu ton per tahun, ini yang akan terus kita tingkatkan," kata Kadis saat ditemui Trubus.id di sela-sela kegiatan Apresiasi dan Sinkronisasi Program Kementerian Pertanian 2019 di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Rabu (20/3).

Terlebih pihaknya mencontohkan, keberhasilan Indonesia dalam memproduksi kopi yang patut diaprediasi juga akan menyasar komoditas teh.

"Banyak inovasi yang dilakukan untuk menghasilkan citarasa kopi terbaik, nah teh mau kita buat seperti itu. Kalau ini bisa dilakukan,di bagian hilir juga akan terangkat," lanjut Kadis.

Selain itu, pemerintah juga ingin menyatukan antara petani teh supaya berkoporasi dengan sentra, baik itu swasta atau BUMN.

"Kalau semua dikorporasikan kita tidak hanya bekerja di hulu tapi juga di hilirnya," sambungnya.

Baca Lainnya : Di Cianjur, Kementan Salurkan Beragam Benih Unggul Bersertifikasi

Hal ini karena, dirinya menilai banyak sekali multiplikasi pendapatan ataupun peningkatan kesejahteraan petani dari hilirisasi. Untuk itu, Kementan akan terus mendorong percepatan peningkatan petani teh khususnya di Jawa Barat.

"Tapi prinsipnya adalah teh masih perlu kita tingkatkan, baik dari segi hulunya, seperi pentingnya melakukan replanting," tambahnya.

Pemerintah dalam hal ini Kementerian Pertanian, ingin teh memiliki daya tarik seperti kopi, sehingga daya saing juga ikut meningkat. Terlebih, diakui Kadis, jika teh difungsionalkan manfaatnya untuk kesehatan, harganya bisa jauh lebih mahal. Kedepannya pihaknya menambahkan, untuk meningkatkan manajemen pengelolaan dan budidaya di tingkat petani sehingga korporasi bisa terbentuk.

"Produk-produk teh Indonesia tak kalah dengan produksi teh China, karena kita juga memiliki teh yang sangat berkualitas," tandasnya. [RN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: