Mentan Lepas Ekspor 30 Ton Teh Hitam dan 14 Juta Stek Bunga Krisan Asal Cianjur

TrubusNews
Astri Sofyanti
20 Mar 2019   16:30 WIB

Komentar
Mentan Lepas Ekspor 30 Ton Teh Hitam dan 14 Juta Stek Bunga Krisan Asal Cianjur

Mentan RI, Andi Amran Sulaiman dan Plt Bupati Cianjur, Herman Suherman saat melepas ekspor teh hitam dan bunga krisan di Cianjur, Jawa Barat, Rabu (20/3). (Foto : Trubus.id/ Astri Sofyanti)

Trubus.id -- Menteri Pertanian RI (Mentan), Andi Amran Sulaiman kembali mendorong ekspor berbagai produk pertanian. Dalam kunjungan kerjanya ke Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Mentan Amran melepas ekspor teh hitam yang merupakan produk asli Kabupaten Cianjur.

"Kita ingin mengembalikan kejayaan rempah-rempah Indonesia, salah satunya melalui teh hitam ini," terang Amran saat ditemui Trubus.id di Lapangan Binaraga Ciherang, Kecamatan Ciherang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Rabu (20/3).

Baca Lainnya : Sejahterakan Petani Cianjur, Kementan Bantu 200 Ribu Benih Kopi dan Alsintan

Lebih lanjut Amran mengungkapkan, teh hitam ini akan diekspor ke empat negara yakni Taiwan, Malaysia, Uzbekistan, dan Turkmenistan. Diakui Amran, pemerintah akan kembalikan kejayaan rempah-rempah.

"Dulu, tahun 1062, Indonesia dikenal karena rempah-rempahnya, Spanyol dan Eropa datang karena rempah-rempahnya," ujarnya.

Selain mengekspor teh hitam, Mentan Amran juga melepas ekspor bunga krisan ke Jepang sebanyak 14 juta stek. Sebagai informasi, sejak dulu kedua produk pertanian ini merupakan komoditas unggulan yang dihasilkan oleh petani di Kabupaten Cianjur.

"80 persen mayoritas mata pencaharian warga di Kabupaten Cianjur adalah petani," ungkap Amran.

Baca Lainnya : Bersama Petani Milenial, Kementan Fokus Bikin Petani Sayuran Cianjur Maju

Sementara itu, Plt Bupati Cianjur, Herman Suherman mengapresiasi serta mendukung kebijakan dan program Pertanian untuk memajukan pertanian khususnya di Kabupaten Cianjur. Pihaknya mengakui, sampai saat ini bantuan pertanian ke Kabupaten Cianjur sangat besar. Diakuinya, Kabupaten Cianjur merupakan salah satu sentra pertanian yang memiliki basis potensi pertanian yang sangat mendukung.

"Luas Kabupaten Cianjur 3.643 hektare, 18 persen diantaranya adalah lahan pertanian sawah, 14,6 persen lahan perkebunan," tambah Amran.

Diakui Herman, potensi lahan pertanian di Kabupaten Cianjur 33,1 persen. Selain itu, Kabupaten Cianjur mampu berkontribusi sebesar 8 persen terhadap produksi gabah padi di Jawa Barat untuk tahun 2018. Kedepannya, Herman berupaya terus meningkatkan hasil produk pertanian di Kabupaten Cianjur. [RN]

  1


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan: