Bahaya, 165 Titik Api Terdeteksi di Riau dan 107 Berpotensi Karhutla

TrubusNews
Binsar Marulitua
20 Mar 2019   12:30 WIB

Komentar
Bahaya, 165 Titik Api Terdeteksi di Riau dan 107 Berpotensi Karhutla

Karhutla, ilustrasi (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru melaporkan telah terdeteksi 187 titik panas (hotspot) di Sumatera hingga Rabu (20/3). Dari 187 titik panas berada di Sumatera, 165 diantaranya terdapat di Riau dan terindikasi awal kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

BMKG) Stasiun Pekanbaru  Riau menjelaskan bahwa dominasi 165 titik panas tersebut meningkat dibandingkan pantauan Satelit Terra dan Aqua pada Selasa (19/3) sore, yang berjumlah 156 titik. Dari jumlah tersebut ada 107 titik dengan tingkat keakuratan di atas 70 persen, sehingga kuat indikasinya sebagai titik api Karhutla.

Lokasinya paling banyak di Kabupaten Bengkalis mencapai 27 titik, Kepulauan Meranti (20), Pelalawan (19), Kota Dumai (13), Rokan Hilir (11), Siak (7), Indragiri Hulu (5), Indragiri Hilir (2), Rokan Hulu (2), dan Kota Pekanbaru (1).

Merujuk catatan tersebut, hanya Kabupaten Kuantan Singingi yang terindikasi nihil titik panas pada pagi ini  dari 12 kabupaten/kota di Riau. 

Dari pagi hingga siang BMKG memprakirakan tidak ada peluang hujan di Riau karena cuaca cerah berawan. Potensi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang berpotensi terjadi pada malam hari di sebagian wilayah Rokan Hulu, Kampar, Pelalawan, Siak, Kab. Indragiri Hulu dan Indragiri Hilir.

Sedangkan, daerah pesisir utara Riau yang banyak terdapat titik api seperti Rokan Hilir, Meranti, dan Bengkalis, masih tidak ada peluang hujan.

Suhu udara cukup panas pada hari ini diprakirakan berkisar 24 hingga 35 derajat Celcius dengan kelembaban udara 40-95 persen. Arah angin berhembus dari timur ke selatan dengan kecepatan 10 sampai 30 kilometer/jam.

Riau kini sudah berstatus Siaga Darurat Karhutla hingga Oktober 2019. Kebakaran lahan gambut sudah mulai terjadi sejak Januari 2019, dan intensitasnya meningkatkan pada Maret 2019 ini.

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Kementan Ungkap Alasan Harga Pupuk Bersubsidi Naik

Peristiwa   20 Jan 2021 - 09:13 WIB
Bagikan:          
Bagikan:          

Masalah Subsidi Pupuk, Begini Solusi Pakar IPB

Peristiwa   19 Jan 2021 - 08:37 WIB
Bagikan: