Benih Sudah Mandiri, Petani Kedelai Deli Serdang Kini Berjuang dengan Harga Jual

TrubusNews
Syahroni
19 Mar 2019   22:30 WIB

Komentar
Benih Sudah Mandiri, Petani Kedelai Deli Serdang Kini Berjuang dengan Harga Jual

Ilustrasi (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara (Sumut), memikiki 22 kecamatan. Dari jumlah ini, Pagar Merbau merupakan kecamatan sentra produksi kedelai yang mampu melakukan perbenihan secara mandiri dan tersertifikasi. 

Kepala Seksi Produksi Tanaman Pangan Dinas Pertanian Deli Serdang, Ronggur Aditya mengatakan, dengan kata lain Deli Serdang tidak lagi harus mendatangkan benih dari Jawa sebagaimana terjadi dua tahun yang lalu.

"Pertanaman kedelai dilakukan satu kali dalam setahun, sebelum memasuki musim tanam padi pada Januari-Februari. Satu kali itu karena pola tanam padi di Deli Serdang, kedelai, padi, dan padi," katanya, Selasa (19/3).

Ronggur menyebut, di Deli Serdang pertanaman kedelai juga dilakukan di Kecamatan Beringin dan Lubuk Pakam. Untuk di Pagar Merbau, kedelai ditanam di lahan seluas 400 hektare. Kecamatan Beringin seluas 12 hektare, dan Lubuk Pakam seluas 5 hektare. 

Baca Lainnya : Wujudkan Sumut Agraris, KTNA Diharapkan Turut Bangkitkan Sektor Pertanian

"Dari tiga kecamatan itu, sebagian ada yang panen, dan ada yang belum. Kemarin, ada 140 ton, dan di bulan Maret ini diperkirakan akan ada 100 ton," sebutnya.

Diterangkan Ronggur, petani di tiga kecamatan tersebut sudah mampu melakukan perbenihan dan labelnya tersertifikasi. Dua tahun lalu, masih ambil benih dari Jawa, dan sekarang sudah bisa mandiri untuk memenuhi kebutuhan benih di Deli Serdang.

"Tahun ini ada program pengembangan kedelai seluas 10.000 hektare, dengan dukungan dari APBN. Di sisi lain, petani harus disemangati dengan jaminan harga yang menguntungkan," terangnya.

Kepala Seksi Aneka Kacang dan Ubi, Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Sumut, Unedo Koko Nababan mengungkapkan, luasan program ini lebih besar dari tahun lalu, yaitu seluas 8.000 hektare.

Pihaknya sudah menyurati kabupaten/kota agar mempersiapkan Calon Petani Calon Lahan (CPCL) pada bulan Oktober 2018. Hingga saat ini, baru beberapa kabupaten/kota yang menyerahkan, seperti Asahan, Deli Serdang, Serdang Bedagai, dan Langkat.

"Diharapkan, kabupaten/kota segera mengirimkan CPCL-nya. Dari CPCL yang sudah masuk jika dihitung masih hitungan 2.000-an hektare. Suratnya sudah bulan Oktober kemarin kita kirimkan ke kabupaten/kota tapi baru sedikit yang mengirimkan," ungkapnya.

Baca Lainnya : Meski Banyak Petani Beralih ke Sawit, Sumut Masih di Rangking 8 Produksi Pisang Nasional

Unedo mengatakan, tahun lalu petani bersemangat menanam kedelai karena ada surat dari Bulog, yang mengatakan akan membeli kedelai petani dengan harga Rp8.500 per Kg. Surat tersebut keluar di bulan Juni, namun ternyata hal tersebut tidak terjadi. 

"Petani kecewa, karena hasil panennya tak jadi dibeli Bulog. Petani kesulitan menjualnya," ujarnya. 

Bahkan, lanjutnya, di Langkat penangkar kedelai yang terpaksa membeli hasil panen petani. Meski demikian, hal itu belum menjawab masalah karena penangkar saat itu tidak tahu harus menjual ke mana. 

"Akhirnya, kedelai tersebut masuk ke pasar dengan harga yang rendah. Sekarang, di Langkat harga kedelai Rp3.600 per Kg. Sangat rendah," tandasnya. [RN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: