Banjir Bandang Sentani, 89 Korban Meninggal dan 75 Masih Hilang

TrubusNews
Binsar Marulitua
19 Mar 2019   13:31 WIB

Komentar
Banjir Bandang Sentani, 89 Korban Meninggal dan 75 Masih Hilang

Banjir bandang yang melanda Sentani menewaskan 89 warga. (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Jumlah korban banjir bandang yang menerjang Kecamatan Sentani, Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua terus bertambah. Potensi pencarian dan penyelamatan (SAR) gabungan yang terdiri 23 instansi berjumlah 1.613 personil terus melakukan evakuasi, pencarian dan penyelamatan korban.

Hingga Selasa (19/3) pukul 12.00 WIB, banjir bandang yang terjadi di Sentani, Jayapura, Papua pada Sabtu (16/3) pukul 21.30 waktu setempat telah menyebabkan 89 jiwa meninggal dunia dan 75 jiwa belum ditemukan. 

Baca Lainnya : Eksploitasi Manusia Dominasi Penyebab Bencana Sentani, Papua

"Ke-89 jiwa korban meninggal teridentifikasi di Kabupaten Jayapura sebanyak 82 jiwa, sisanya berada di Kota Jayapura," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho seperti dalam keterangan tertulis, Selasa (19/3).

Sutopo menjelaskan, jumlah korban hilang sesuai laporan dari keluarga dan masyarakat sebanyak 75 orang yaitu 34 orang dari Kampung Milinik, 20 orang dari BTN Gajah Mada, 7 orang dari Komplek Perumahan Inauli, 4 orang dari Kampung Bambar, 2 orang dari BTN Bintang Timur, 1 orang dari Sosial, 1 orang dari Komba dan 3 orang dari Taruna Sosial.

Baca Lainnya : Banjir Bandang Sentani, Begini Aktivis Lingkungan Hidup Memaknai

Sementara itu sebanyak 159 orang luka-luka yaitu luka-luka 84 orang luka berat dan 75 orang luka ringan. Jumlah pengungsi terus bertambah. Banyak masyarakat yang memilih tinggal di pengungsian karena trauma dan takut akan adanya banjir bandang susulan.

" Akibatnya di beberapa titik pengungsian berjubel pengungsi," tambahnya. [RN]

 

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: