Banjir Rendam 62 Hektare Lahan Pertanian di Bantul, Bawang Tak Terselamatkan

TrubusNews
Syahroni
18 Mar 2019   22:00 WIB

Komentar
Banjir Rendam 62 Hektare Lahan Pertanian di Bantul, Bawang Tak Terselamatkan

Banjir merendam puluhan hektare lahan pertanian di Bantul. (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Hujan deras yang mengguyur beberapa wilayah di Daerah Istimewa Yogyakarta menyebabkan bencana hidrometeorologi di mana-mana. Selain di Kulon Progo, bencana banjir juga terdata melanda Kabupaten Bantul.

Sejak Minggu (17/3) kemarin, luapan air yang tidak terserap tanah membanjiri pemukiman warga. Tak hanya itu, areal persawahan pun ikut terkena dampaknya. 

Menurut data dari Dinas Pertanian, Pangan, Kelautan dan Perikanan (Dipertautkan) Kabupaten Bantul, areal persawahan yang terdampak banjir di wilayah tersebut sudah mencapai 62 hektare. Sebagian besar areal persawahan itu ditanami padi yang saat ini usia tanamnya rata-rata masih berusia 50 hari. 

Baca Lainnya : 5.046 Warga Mengungsi, 2 Tewas dan 2 Hilang Akibat Banjir dan Longsor di Yogya

"Yang paling parah itu di Desa Parangtritis, Tirtohargo dan Tirtosari, semuanya di Kecamatan Kretek. Untuk luas lahan yang terdampak di 3 Desa itu sekitar 62 hektar, padahal ada yang sudah siap panen itu," ujar Kepala Dispertautkan Kabupaten Bantul, Pulung Haryadi saat dihubungi wartawan, Senin (18/3). 

Ia menambahkan, selain areal persawahan yang ditanami padi, lahan yang terdampak banjir juga ada yang ditanami bawang merah. Namun karena lahan tersebut kini terendam air, Pulung memastikan tanaman bawang merah itu gagal dipanen.

Baca Lainnya : Masyarakat Yogyakarta Diminta Waspada Banjir dan Longsor Akibat Anomali Cuaca

"Kalau terendam banjir, (tanaman bawang merah) pasti akan mati. Tapi untuk tanaman padi bisa bertahan sampai 3 hingga 5 hari meski setelahnya jadi pusau," katanya.

Pulung menambahkan, bahwa beberapa lahan seperti di Kecamatan Banguntapan, Sewon, Srandakan dan Sanden juga tergenang air. Namun saat ini kondisi airnya sudah surut," ucapnya. 

Ia menambahkan, saat ini pihaknya masih mendata areal lain yang terdampak. terkait bantuan, pihaknya mengaku akan disesuaikan dengan kebutuhan para petani saat ini. [RN]
 

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan: