Tim Survei Pendakian Gunung Rinjani Dievakuasi, Ditemukan Longsor Baru di Sejumlah Titik

TrubusNews
Binsar Marulitua
18 Mar 2019   19:00 WIB

Komentar
Tim Survei Pendakian Gunung Rinjani Dievakuasi, Ditemukan Longsor Baru di Sejumlah Titik

Jumpa pers terkait bencana di berbagai wilayah Indonesia di Kantor BNPB, Jakarta, Senin (18/3). (Foto : Trubus.id/ Binsar Marulitua)

Trubus.id -- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memberikan keterangan  sebanyak 56 anggota tim survei jalur pendakian Gunung Rinjani, Lombok berhasil dievakuasi ketika gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,8 terjadi pada Minggu (17/3) kemarin.  Seluruh anggota tim survei selamat dan dalam kondisi sehat saat tiba di pos awal pendakian  gunung tersebut.  

"Dari 58 anggota tim tersebut, 28  orang berada di jalur Senaru dan 28 lainnya di jalur Sembalun Lawang. Mereka dievakuasi saat menuju pos III dari pos II," jelas Kepala Pusat Data,Informasi dan Humas BNPB,  Sutopo Purwo Nugroho di Graha BNPB, Jakarta, Senin (18/3).

Baca Lainnya : Gempa Sesar Lokal Rinjani, 2 dari 40 Wisatawan Tewas di Air Terjun Tiu Kelep

Sutopo menjelaskan, tim survei direncanakan akan mengecek standar "Safety Prosedur" sebelum rencana pembukaan kembali jalur Gunung Rinjani pada April 2019 mendatang.Tim pendakian  yang terdiri dari anggota Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR), TNI-Polri, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Pariwisata, perwakilan trecking organizer, pemandu wisata gunung (guide-porter), dan unsur lainnya

Sesuai rencana.  tim survei mulai bergerak melaksanakan tugas terhitung mulai  Sabtu (16/3) dan akan direncanakan kembali pada  Selasa (19/3).  Namun  hadangan bencana, tersebut  membuat  situasi dan kondisi berubah sehingga tim memutuskan membatalkan misi. 

Baca Lainnya : Dua Gempa Guncang Lombok pada Minggu Siang 

"Belum ada penjelasan apakah sudah ada tim yang berhasil mengecek sampai ke puncak dan keseluruh point-point lokasi pendakian yang menjadi target. Tetapi akibat gempa tersebut dilaporkan terjadi longsor baru di beberapa titik," tambahnya. 

Sutopo menambahkan, akan mengkaji pemberian rekomendasi pembukaan kembali Gunung Rinjani untuk aktivitas pariwisata. Hal tersebut disebabkan masih sering terjadi gempa susulan pasca gempa utama Magnitudo 5,8 yang dimutakhirkan menjadi 5,1. Menurut data yang diterima PVMBG terjadi 37 kali rentetan gempa hingga Senin (18/3) pukul 12.00 WIB. 

"Walaupun  yang menentukan dibuka atau ditutupnya kawasan tersebut adalah Pihak Taman Nasional,  tetapi BNPB merekomendasikan untuk tetap menjaga kewaspadaan. Ada kemungkinan untuk meminta jangan dibuka sementara waktu," jelas Sutopo.

Balai Taman Nasional Gunung Rinjani menutup jalur pendakian Gunung Rinjani  terhitung mulai tanggal 29 Juli 2018 sampai pada waktu yang belum ditentukan.  Kondisi yang tidak stabil seperti halnya pada struktur tanah  yang retak dan rawan longsor jadi pertimbangan penutupan gunung yang menjadi primadona wisatawan lokal dan mancanegara tersebut. [RN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Upaya Outreach Sawit Indonesia Berkelanjutan di Slowakia

Peristiwa   16 Des 2019 - 09:20 WIB
Bagikan:          
Bagikan: