Gempa Susulan Masih Terjadi, BNPB Rekomendasikan Pembukaan Gunung Rinjani Ditunda

TrubusNews
Binsar Marulitua
18 Mar 2019   17:00 WIB

Komentar
Gempa Susulan Masih Terjadi, BNPB Rekomendasikan Pembukaan Gunung Rinjani Ditunda

Kepala Pusdatin dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho menggelar jumpa pers terkait rentetan gempa yang terjadi selama sepekan, Senin (18/3). (Foto : Trubus.id/ Binsar Marulitua)

Trubus.id -- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) akan mengkaji pemberian rekomendasi pembukaan kembali Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) di Lombok NTB untuk aktivitas pariwisata. Hal tersebut berdasarkan pertimbangan banyaknya gempa susulan pasca gempa utama Magnitudo 5,8 pada  Minggu (17/3) kemarin.

"Sampai saat ini terjadi 37 kali gempa susulan dan masih rutin pasca gempa magnitudo 5,8 yang direvisi menjadi 5,1. Walupun yang menentukan dibuka atau ditutupnya kawasan tersebut adalah Pihak Taman Nasional, tetapi BPBD merekomendasikan untuk tetap menjaga kewaspadaan. Ada kemungkinan untuk meminta jangan dibuka sementara waktu," jelas Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho di Graha BNPB, Jakarta, Senin (18/3).

Sutopo menyebutkan, akibat gempa yang  juga berpusat di Gunung Rinjani tersebut, tiga orang dilaporkan meninggal dunia dan ratasan lainnya luka luka. 

Ketiga korban yang tewas akibat tertimpa material longsoran batu di kawasan Air Terjun Tiu Kelep, di bawah kaki Gunung Rinjani. Dua orang teridentifikasi sebagai warga negara Malaysia dan satu orang lainnya merupakan warga Bayan,  Lombok. 

Baca Lainnya : Gempa Sesar Lokal Rinjani, 2 dari 40 Wisatawan Tewas di Air Terjun Tiu Kelep

"Satu korban meninggal sudah diidentifikasi atas nama Tommy (14), warga Bayan, Kabupaten Lombok Utara. Dua orang lainnya berkewarganegaraan Malaysia masing-masing bernama Tai Sieu Kim (54) dan Lim Sai Wah ," ujar Sutopo.

Ditambahkan Sutopo, gempa bumi di Lombok termasuk dalam klasifikasi gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar lokal di sekitar Gunung Rinjani. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi ini dipicu oleh gerak sesar turun (normal fault).

Tim SAR gabungan sempat mengalami kesulitan mengevakuasi korban karena kondisi hujan lebat pada sore hari. Kondisi cuaca kurang bersahabat tersebut dikhawatirkan akan menimbulkan longsor susulan sehingga seluruh tim diminta naik dan meninggalkan lokasi Air Terjun Tiu Kelep.

Baca Lainnya : Dua Gempa Guncang Lombok pada Minggu Siang 

Evakuasi lainnya juga dilakukan terhadap 56 pendaki di Gunung Rinjani yang pada saat bersamaan sedang melakukan survei jalur untuk rencana pembukaan kawasan pendakian  pada April 2019 nanti. Para pendaki  berhasil dievakuasi dari Pos 2 ke Pos 3 di Gunung Rinjani dalam keadaan selamat.

Mereka yang menjadi tim survei berasal dari  Taman Nasional Gunung Rinjani, BPBD NTB, Geopark, porter, serta Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi.

"Saat ini proses evakuasi baik yang berada di  Lokasi Air Terjun Tiu Kelep sudah selesai, semua korban meninggal dan luka-lukan berhasil dievakuasi. Begitupun yang berada di Gunung Rinjani sudah turun dengan selamat ," tambahnya. [RN]

  1


500 Karakter

Artikel Terkait

Upaya Outreach Sawit Indonesia Berkelanjutan di Slowakia

Peristiwa   16 Des 2019 - 09:20 WIB
Bagikan:          
Bagikan: