Bertambah Lagi, BNPB Laporkan 77 Orang Meninggal Akibat Bencana di Sentani

TrubusNews
Binsar Marulitua
18 Mar 2019   15:45 WIB

Komentar
Bertambah Lagi, BNPB Laporkan 77 Orang Meninggal Akibat Bencana di Sentani

Kepala Pusdatin Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho memaparkan jumlah korban bencana di Sentani, Senin (18/3). (Foto : Trubus.id/ Binsar Marulitua)

Trubus.id -- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan, jumlah korban meninggal dunia akibat banjir bandang dan tanah longsor di Sentani, Jayapura, Papua bertambah sebanyak 77 jiwa sampai pada Senin (18/3) pukul 14.20 WIB. Pemerintah Provinsi Papua telah menetapkan masa tanggap darurat selama 14 hari  terhitung sejak tanggal (17/3).

"Data korban meninggal saat ini memang terjadi perbedaan di tempat kejadian, tetapi yang bisa diverifikasi dan dipertanggungjawabkan sebanyak 77 orang. 72 orang di Kabupaten Jayapura dan 7 orang di Kota Jayapura," jelas Kepala Pusat Data Informasi dan Humas, BNPB, Sutopo Purwo Nugroho saat jumpa wartawan di Graha BNPB,Jakarta, Senin (18/3).

Sutopo menjelaskan, dari jumlah total korban  sementara  tersebut, belum semua bisa didentifikasi. Tetapi, korban meninggal dunia yang sudah teridentifikasi  langsung dikembalikan kepada keluarga untuk dimakamkan. 

Baca Lainnya : 32 Jenazah Korban Banjir Bandang Sentani Belum Teridentifikasi

"Belum ada riwayat data korban meninggal dunia secara lengkap. Tetapi jenazah yang sudah diidentifikasi langsung  dikembalikan kepada pihak keluarga, sudah ada yang dimakamkan," tambah Sutopo. 

Selain korban meninggal dunia, BNPB juga masih melakukan pencarian terhadap  43 korban hilang lainnya.  Rinciannya, 34 jiwa terindentifikasi berada di Kampung Milimik Sentani dan 6 jiwa di Komplek Perumahan Inauli Advent dan 3 di Doyo Baru.

Tidak hanya korban meninggal dunia dan korban hilang, dampak bencana  juga  membuat  4.728 jiwa mengungsi di 6 titik pos penampungan. Jumlah penyintas terbesar, yaitu 1.450 jiwa terdapat di BTN Gajah Mada.

Kelima pos penampungan yang lain berlokasi di Posko Induk Gunung Merah menampung 1.273 jiwa, BTN Bintang Timur 600 jiwa, Sekolah HIS Sentani 400 jiwa, SIL Sentani 300 jiwa, dan Doyo Baru 203 jiwa.

Upaya penanganan pemerintah setempat telah dilakukan sejak hari pertama pascabanjir bandang.  Pos Komando yang didirikan di Kantor Bupati Jayapura telah melayani korban luka dan terdampak melalui pelayanan medis maupun dapur umum.

Pelayanan medis telah didukung kembali oleh operasional rumah sakit telah berfungsi kembali, seperti RSUD Yowaris. Sedangkan RS Dian Harapan, RS Bhayangkara, RS Abepura dan RS Aryoko difungsikan sebagai rumah sakit rujukan. 

Baca Lainnya : Bencana Sentani, Jokowi Minta Kepala BNPB Utamakan Evakuasi Korban

Pemerintah Provinisi Papua bersama dinas terkait, TNI, dan Polri terus  melakukan upaya pemulihan dini seperti pembersihan kayu gelondongan, bebatuan, puing-puing dan material lain dengan alat berat. Di samping itu, Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) XVIII Jayapura mengerahkan 4 unit ekskavator, 4 wheel loader (traktor dengan roda karet untuk mengangkut material),dan 10 dump truck (truk jungkit) untuk pembersihan ruas Jalan Nasional Jayapura-Sentani-Kemiri sepanjang 70 km yang tertutupi lumpur dan pohon tumbang. 

Bencana banjir bandang pada provinsi paling timur Indonesia ini  tercatat  menerjang sembilan kelurahan. . Kesembilan kelurahan yang terdampak adalah Kelurahan Dobonsolo, Hinekombe, Hobong, Ifale, Ifar Besar, Keheran, Sentani Kota, Sereh, dan Yobhe.  Tiga Tiga kelurahan yang mengalami kerusakan parah adalah Dobonsolo, Doyo Baru dan Hinekombe. 

Bencana  juga menyebabkan 350 unit  rumah rusak berat  dan 211 rumah terendam di BTN Bintang Timur Sentani. Sejumlah fasilitas umum juga mengalami rusak berat, yaitu sekolah 8 unit, tempat ibadah 3 unit, drainase 8 unit dan jembatan 3 unit. [RN]   

  1


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: