Gempa Sesar Lokal Rinjani, 2 dari 40 Wisatawan Tewas di Air Terjun Tiu Kelep

TrubusNews
Syahroni | Followers 2
17 Mar 2019   19:00

Komentar
Gempa Sesar Lokal Rinjani, 2 dari 40 Wisatawan Tewas di Air Terjun Tiu Kelep

Warga mengevakuasi korban tertimbun tanah longsor akibat gempa Lombok di air terjun Tiu Kelep, Minggu (17/3). (Foto : Pos Kupang)

Trubus.id -- Serangkaian gempa dirasakan di Lombok, Nusa Tenggara Barat, Minggu (17/3) usai gempa berkekuatan magnitudo 5,8 mengguncang wilayah tersebut. Menurut catatan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), hingga pukul 16.30 WIB, telah terjadi 13 kali gempa susulan.

BMKG juga merilis, gempa pertama yang berpusat di Lombok Timur, NTB dengan magnitudo 5,8 disebabkan aktivitas sesar lokal di sekitar Gunung Rinjani. 

"Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi ini dipicu oleh penyesaran turun (normal fault)," kata Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono dilansir dari Antara, Minggu (17/3).

Baca Lainnya : Dua Gempa Guncang Lombok pada Minggu Siang 

Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 8,47 LS dan 116,55 BT atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 20 km arah utara Kota Selong, Kabupaten Lombok Timur, Propinsi Nusa Tenggara Barat pada kedalaman 19 km. Dua menit kemudian pada pukul 14.09.19 WIB terjadi gempa bumi susulan dengan M=5,1 pada 8,51 LS dan 116,49 BT dengan kedalaman 10 km.

"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, tampak bahwa gempa bumi ini termasuk dalam klasifikasi gempa bumi dangkal," katanya.

Guncangan gempa bumi dilaporkan dirasakan di daerah Lombok Utara IV MMI, Lombok Timur, Lombok Barat, Lombok Tengah, Mataram, dan Sumbawa III-IV MMI; Karangasem III-IV MMI, Denpasar III MMI, dan Kuta III MMI.

Sementara itu, menurut catatan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi NTB, akibat gempa tersebut, puluhan wisatawan terjebak di air terjun Tiu Kelep, Desa Senaru, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara. Hingga petang, 5 dari sekitar 40 orang wisatawan yang terjebak telah devakuasi ke rumah sakit.

Baca Lainnya : Gempa Magnitudo 5,5 di Bengkulu Utara Tidak Berpotensi Tsunami

"Dari informasi yang kami terima baru bisa dievakuasi 5 orang, 2 orang meninggal dunia dan sejumlah lainnya luka-luka, 1 orang dirawat di Puskesmas Bayan," kata Kepala BPBD NTB, Muhammad Rum di Mataram, Minggu (17/3).

Para wisatawan ini tertimpa tanah longsor akibat adanya gempa di kawasan Air Terjun Tiu Kelep, Kabupaten Lombok Utara selatan yang berada di bawah kaki Gunung Rinjani tersebut. Korban dominan berasal dari wisatawan Malaysia dan domestik.

Menurutnya, saat ini BPBD Kabupaten Lombok Utara dan Dinas Kesehatan Lombok Utara sudah mengirimkan 4 ambulance ke lokasi kejadian. [RN]

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: