IPR Anggap Pelarangan Kantong Plastik Tindakan Tidak Tepat

TrubusNews
Thomas Aquinus | Followers 2
16 Mar 2019   09:00

Komentar
IPR Anggap Pelarangan Kantong Plastik Tindakan Tidak Tepat

Ilustrasi sampah plastik (Foto : Pixabay/filmbetrachterin)

Trubus.id -- Indonesian Plastics Recyclers (IPR) atau Perkumpulan Pelaku Daur Ulang Plastik Indonesia menilai langkah menekan sampah plastik dengan menerbitkan aturan pelarangan penggunaan kantong plastik merupakan tindakan yang tidak tepat.

Sekretaris Jenderal IPR Wilson Pandhika menyatakan, sampah kantong plastik hanya sebagian kecil daripada sampah plastik secara umum dan produk tersebut pun dapat didaur ulang. Yang disayangkan, menurutnya, sampah plastik tersebut tidak masuk dalam siklus daur ulang yang dimaksudkan oleh pemerintah.

"Kantong plastik sebenarnya merupakan salah satu jenis plastik yang relatif mudah untuk didaur ulang dan dari sampah kantong plastik juga sudah dapat diproduksi kembali menjadi kantong plastik yang 100% berbahan daur ulang," ujar Wilson, Jumat (15/3).

Baca Lainnya : Larangan Penggunaan Kantong Plastik Segera Diterapkan di Pasar Tradisional

Dijelaskannya, sampah kantong plastik di Indonesia pada umumnya didaur ulang untuk menjadi kantong plastik dan kantong sampah, dan ada juga yang dibuat menjadi ember untuk keperluan konstruksi (ember cor).

Hal tersebut dibuktikannya dari stock bahan baku para industri daur ulang plastik yang masih bisa digunakan sampai masa produksi dua bulan kedepan.

Sampah plastik yang banyak berserakan saat ini menurutnya adalah sampah yang belum terkelola dengan baik. Wilson menilai justru seharusnya pemerintah membuka pasar hasil produk daur ulang plastik lebih luas lagi, agar plastik yang tidak terkelola tersebut juga bisa dijadikan sebagai bahan baku.

Bahkan, kata Wilson, potensi rupiah yang dihasilkan dari daur ulang plastik selama ini relatif baik dan menarik. Hal tersebut terlihat dari industri dan ekosistemnya yang telah ada lebih dari 30 tahun menghidupi banyak orang di Indonesia.

Baca Lainnya : Sleman Produksi 800 Ton Sampah per Hari, Mayoritas Sampah Plastik

"Besaran nilainya tidak pasti, namun berdasarkan data kami bahwa sekitar 1,6 juta ton plastik didaur ulang di Indonesia setiap tahunnya, maka nilainya bisa mencapai triliunan rupiah," katanya.

Pekerja di sektor industri tersebut saat ini dikatakannya telah menyerap jutaan tenaga kerja. Tercatat, ada 3 juta orang berprofesi pemulung yang setiap harinya mengambil sampah plastik.

Kemudian, pekerja di tingkatan pengepul sebanyak 120 ribu orang, penggiling ada 40 ribu orang, pekerja pabrik plastik 100 ribu orang, perdagangan produk serta bahan daur ulang sebanyak 60 ribu orang dan ada 40 ribu orang bekerja di industri pendukung plastik.

Baca Lainnya : KLHK Ajak Pengunjung Indofest 2019 Diet Sampah Plastik

Dengan kondisi tersebut, maka bisa dibayangkan berapa banyak pemulung dan pekerja lain yang bergantung pada tumpukan sampah plastik harus kehilangan mata pencahariannya, jika pelarangan kantong plastik berjalan.

"Jadi pelarangan kantong plastik yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah tentu akan memukul industri plastik dan industri daur ulang plastik. Tidak itu saja, semua pihak yang berada di mata rantai daur ulang plastik, mulai dari pemulung, pengepul, lapak, distributor, dan lain-lain, yang jumlahnya mencapai jutaan jiwa pasti akan merasakan dampak negatif juga," tandas Wilson. [NN]

  1


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Fransiska Lie 16 Mar 2019 - 18:57

permisi ya mau numpang promosi bo kelinci99 silahkan kunjungi www.kelinci99.casino ya BBM : 2B1E7B84

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: