Mentan Ajak Mahasiswa IAIN Bone Ikut Sejahterakan Masyarakat Melalui Pertanian

TrubusNews
Syahroni | Followers 2
15 Mar 2019   22:00

Komentar
Mentan Ajak Mahasiswa IAIN Bone Ikut Sejahterakan Masyarakat Melalui Pertanian

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman saat memberi kuliah umum di kampus Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bone, Jumat (15/3). (Foto : Doc/ Kementan RI)

Trubus.id -- Jumat (15/3) pagi, Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman berkesempatan memberi kuliah umum di kampus Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bone, disela kunjungan kerjanya ke kampung halamannya itu. Mengawali kuliah umumnya, Amran sempat memaparkan hasil kinerja Kementan selama 4,5 tahun pemerintah Jokowi-JK yang telah meraih banyak capaian yang salah satunya adalah menekan inflasi pangan yang awalnya 10,57 persen menjadi 1,26 persen. 

“Kalau inflasi naik, kemiskinan naik dan kalau inflasi turun jauh, petani yang merugi. Ini posisi ideal, ukuran pertumbuhan ekonomi Indonesia," ungkapnya di hadapan mahasiswa IAIN Bone, Jumat (15/3).

Ia melanjutkan, capaian lain Kementan adalah ekspor pangan naik 29,7 persen yang nilainya mencapai Rp1.360 triliun. Tak hanya itu, investasi juga naik 110 persen dengan nilai Rp 94,2 triliun. Selain itu, kontribusi sektor pertanian meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional (PDB) naik 47,2 persen, nilainya Rp 1.375 triliun.

"Dulu waktu serah terima, ekspor pertanian Rp 400 triliun, ini angka kumulasi, jadi ada kenaikan kurang lebih Rp 100 triliun. Kemudian ada el nino terdahsyat sepanjang sejarah, tapi alhamdulillah kami bisa lewati," sebutnya.

Baca Lainnya : Kementan Minta Pengamat Agar Tak Serampangan Menganalisis Kesejahteraan Petani

Menurut Amran, capaian tersebut diraih melalui langkah atau program terobosan, sehingga tidak serta merta terjadi. Di antaranya melalui perubahan kebijakan atau perubahan sistem melalui online single submission dan pengurusan izin dokumen ekspor yang disusun sesingkat mungkin.

"Dulu mengurus izin bisa butuh waktu 3 tahu, 1 tahun, 3 bulan. Tapi hari ini di Kementan tanpa pungli, kalau kami temukan kami langsung pecat, sekarang mengurus izin hanya butuh 3 jam dan tidak perlu ketemu. Hasilnya investasi naik dan berdampak pada inflasi turun sehingga sektor pertanian, penyumbang terbesar penurunan inflasi," bebernya.

Lebih lanjut Amran mengungkapkan capaian pembangunan pertanian mampu juga meningkatkan Nilai Tukar Petani (NTP) dan Nilai Tukar Usaha Pertanian (NTUP). Kenaikan ini menarik karena dicapai di tengah inflasi tertekan.

Tak hanya ini, sambung Amran, capaian sektor pertanian selama 4 tahun yang menarik yakni menurunkan kemiskinan pedesaaan dari 17,74 juta orang menjadi 15,81 juta orang. Begitu pun minat mahasiswa terhadap jurusan pertanian meningkat.

"Berdasarkan data Ditjen Dikti, tahun 2018 mahasiswa pertanian meningkat 64,16 persen dibanding 2010 sehingga ini membuktikan sektor pertanian semakin menarik," ucapnya.

Selanjutnya, Amran menuturkan Kementan telah menghasilkan teknologi jagung 2 tongkol. Juga sapi belgian blue yang merupakan hasil riset puluhan tahun. 

Baca Lainnya : Melalui Desa Tani Expo Petani Milenial, Kementan Dorong Petani Bandung jadi Mandiri

"Teknologi itu baru diteliti 200 tahun, sehingga saya beli ambil spermanya. Subtropis pertama di Indonesia, saya kasih nama Gatot Kaca. Mahasiswa jangan takut bertani, apapun jurusannya. Sapi kita 2 tahun 300 kilogram. Tapi ini bisa 1 sampai 2 ton, harganya Rp200 juta per ekor dan Rp2 miliar per tahun. Sekarang sudah lahir 400 ekor. Sekali orgasme 4 juta. Sekarang sudah tidak beli. Itu namanya cerdas,” sambung Amran.

Oleh karena itu, Amran menekankan bahwa para mahasiswa mempunyai potensi besar untuk ikut mensejahterakan masyakarat. Sebab, Indonesia merupakan negara yang kaya dan tanahnya subur sehingga dengan menanam cabai dan sayuran sekitar rumah saja dapat mensejahterakan rakyat.

“Mahasiswa kelak setelah lulus haru menjadi generasi penerus pemimpin terlebih kalian adalah mahasiswa IAIN yang berbekal agama dan akhlak yang baik. Kalian harus kerja, jangan tinggalkan ruangan ini kalau tidak sejahtera,” tegas Amran.

Dalam kunjungan ini, Mentan Amran memberikan bantuan ke IAIN Bone sebanyak 5 unit traktor roda dua dan bibit jagung. Dalam acara itu turut hadir Bupati Bone, Andi Fahsar M Padjalangi, Direktur Alat dan Mesin Pertanian, Kementerian Pertanian, Andi Nur Alam Syah, Wakil Bupati Bone Ambo Dalle, Danrem 141 Toddoppuli Kolonel Inf Suwarno, Ketua DPRD Bone A Akbar Yahya, pimpinan Muspida Bone, serta civitas akademika IAIN Bone. [RN]

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan: